Pasang Air Laut di Pantai Kuta Bikin Pedagang Sempat Berhenti Berjualan

Sejak itu para pedangang tidak menggelar dagangan mereka dan menunggu sampai air laut surut.

Pasang Air Laut di Pantai Kuta Bikin Pedagang Sempat Berhenti Berjualan
Tribun Bali/Rino Gale
Made, salah satu pedagang pakaian yang sempat terhenti untuk menggelar dagangannya, di Pantai Kuta, Rabu (25/7/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Gelombang tinggi di Pantai Kuta, Badung, Bali, mengakibatkan arus pasang yang dihasilkan cukup deras sampai-sampai menuju area gerbang keluar masuk, Rabu (25/7/2018) pagi.

Sekitar pukul 08.00 Wita, para pedagang di sekitaran Pantai Kuta sempat terhenti untuk menggelar dagangannya karena arus pasang yang dihasilkan gelombang sampai melebihi area tempat berjualan mereka.

Made, salah satu pedagang di area Pantai Kuta saat ditanyai Tribun Bali mengungkapkan, arus pasang melebihi area gerbang keluar masuk.

Sejak itu para pedangang tidak menggelar dagangan mereka dan menunggu sampai air laut surut.

"Tadi pagi tidak gelar dagangan kita, Mas. Soalnya arusnya sampai sini. Kalau kita gelar, ya kasian barang-barang jualan kita nanti kena air laut," jelasnya.

Sampai 2 jam, kondisi air pasang mulai menurun dan para pedagang mulai menggelar dagangan mereka.

Tambahnya, sekitar pukul 10.00 Wita terlihat kondisi air pasang laut sudah tidak melebihi gerbang keluar masuk.

Satu per satu para pedagang mulai menggelar dagangan.

"Ya kita tunggu, Mas, sampai mulai surut. Akhirnya siang sudah surut. Jadi kita gelar dagangan sekitar pukul 10.00 Wita," ujarnya. (*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved