Api Menyambar Plafon Dapur Saat Dadong Sukari Masak Ayam

Api tungku tiba-tiba membesar hingga menyambar plafon dapur rumah milik Pande Ketut Sukari

Api Menyambar Plafon Dapur Saat Dadong Sukari Masak Ayam
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kondisi dapur Pande Sukari pasca kobaran api berhasil dipadamkan. Salah seroang anggota polsek bangli saat mengecek dapur milik Pande Sukari Pande Sukari saat menceritakan kejadian kebakaran yang menimpanya pada tim identifikasi polres Bangli, Rabu (25/7/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Api tungku tiba-tiba membesar hingga menyambar plafon dapur rumah milik Pande Ketut Sukari, di Banjar Kawan, Kelurahan Kawan, Bangli, Rabu (25/7/2018).

Akibatnya, perempuan berusia 65 tahun yang membuka usaha nasi campur tersebut harus menelan kerugian mencapai Rp 50 juta.

Anggota keluarga korban, Nyoman Suara mengatakan, kebakaran terjadi saat Pande Sukari memasak seorang diri untuk persiapan berjualan di pasar senggol sebelah timur Lapangan Kapten Muditha, Bangli.

Dadong Sukari sempat memanaskan minyak pada penggorengan di atas tungku api, sebelum akhirnya ditinggal untuk mencuci daging ayam.

Usai mencuci daging, Dadong Sukari kembali ke dapur untuk menggoreng daging ayam itu.

Namun saat daging dimasukkan ke penggorengan, tiba-tiba api membesar dan menyambar benda di sekitar dapur yang mudah terbakar, sehingga kebakaran tak dapat dihindarkan.

“Di dapur tersebut juga banyak barang-barang yang mudah terbakar. Seperti tripleks hingga pedapa pelangkiran. Itu kan cepat menghubungkan api,” ucapnya.

Mendapati api yang kian membesar, Pande Sukari panik, dan langsung berlari ke luar.

Di saat bersamaan, cucunya yang bernama Pande Kadek Panji pulang untuk makan siang, dan langsung meminta pertolongan warga sekitar.

“Tadi sekitar dua unit mobil damkar diturunkan untuk membantu pemadaman api, sehingga kobaran api cepat dipadamkan dalam waktu 30 menit,” ujar Nyoman Suara.

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi mengatakan, berdasarkan olah TKP Tim Identifikasi Polres Bangli, kebakaran tersebut terjadi karena kondisi minyak yang terlalu panas kemudian dimasukkan daging yang masih basah, sehingga membuat api menyambar minyak yang berada dalam penggorengan dan langsung membesar.

“Kobaran api juga membakar plafon dapur yang terbuat dari triplek, beruntung kobaran api segera mendapat penanganan dan merembet ke bangunan lain. Atas kejadian ini, korban mengalami kerugian mencapai Rp 50 juta,” ucapnya singkat. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved