Jadi Manajer HRD Hingga Palsukan Kuitansi, Gde Adi Diduga Gelapkan Iuran BPJS Rp 1,3 Miliar

Terhadap dakwaan jaksa, Gde Adi yang tidak didampingi penasihat hukum tidak mengajukan keberatan atau eksepsi.

Jadi Manajer HRD Hingga Palsukan Kuitansi, Gde Adi Diduga Gelapkan Iuran BPJS Rp 1,3 Miliar
ilustrasi

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gde Adi Pradana Putra harus berurusan dengan hukum.

Mantan Manager HRD perusahaan konstruksi PT Tatamulia Nusantara Indah Cabang Bali ini didudukan di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Jumat (27/7/2018).

Gde Adi diadili, karena diduga menggelapkan uang iuran BPJS sekitar 250 karyawan dalam kurun setahun.

Terungkap, nilai uang yang digelapkan diperkirakan mencapai Rp 1,3 miliar.

Atas perbuatannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun mendakwa Gde Adi dengan dakwaan alternatif, dan terancam pidana lima tahun penjara.

Terhadap dakwaan jaksa, Gde Adi yang tidak didampingi penasihat hukum tidak mengajukan keberatan atau eksepsi.

Sehingga sidang pimpinan Hakim Ketua Ida Ayu Adnya Dewi dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi yang terdiri dari empat orang manajemen di perusahaan tempatnya bekerja.

Jaksa Dewa Narapati saat membacakan surat dakwaan mendakwa Gde Adi dengan dua dakwaan alternatif.

Dakwaan pertama, terdakwa dinilai melakukan penggelapan sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 374 KUHP yang ancaman pidananya maksimal lima tahun penjara.

Sedangkan dakwaan alternatif kedua, Gde Adi diduga melakukan penipuan sebagaimana ketentuan pidana Pasal 378 KUHP. Ancaman pidana paling lama empat tahun.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved