Nasib TPS Bawah Tanah Senilai Rp 24 Miliar di Denpasar, Ini yang Dilakukan Warga Pulau Kawe

DLHK Kota Denpasar mengklaim alat press sampah yang dipesan dari Jakarta masih dalam perjalanan.

Nasib TPS Bawah Tanah Senilai Rp 24 Miliar di Denpasar, Ini yang Dilakukan Warga Pulau Kawe
TRIBUN BALI/HISYAM MUDIN
Warga membuang sampah langsung di TPS Underground (tempat sampah bawah tanah) senilai Rp 2,4 Milliar di Depo Pulau Kawe, Pedungan, Denpasar, Jumat (27/7/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sudah sekitar seminggu, TPS Underground (tempat sampah bawah tanah) senilai Rp 2,4 Milliar di Depo Pulau Kawe, Pedungan, Denpasar yang mengalami kerusakan pada alat press sampah belum diperbaiki.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar mengklaim alat press sampah yang dipesan dari Jakarta masih dalam perjalanan.

Untuk mengatasi sampah yang dibuang oleh masyarakat di depo tersebut sementara dilakukan secara manual.

Pantauan Tribun Bali dilapangan pada Jumat (27/7/2018) kemarin, lubang TPS berteknologi tersebut masih tertutup rapat. Dua unit truk pengangkut sampah terlihat standby di lokasi.

Baca: Puluhan Wisatawan WNA Tiongkok Terperangkap Dalam Bus yang Terguling di Uluwatu

Baca: Jadi Manajer HRD Hingga Palsukan Kuitansi, Gde Adi Diduga Gelapkan Iuran BPJS Rp 1,3 Miliar

Baca: Janda Dua Anak Ini Jual Tempe Isi Sabu untuk Muluskan Transaksi di Wilayah Candibaru

Masyarakat yang membuang sampah ke Depo tersebut pun terpaksa langsung membuang ke dalam truk yang sudah standby.

Jika sudah penuh, truk tersebut langsung membawa sampah-sampah tersebut dan membuang ke TPA Suwung.

"Masih rusak belum diperbaiki karena alatnya belum sampai. Sekarang (kemarin) belum ada mekanik yang kesini (TPS)," ujar petugas operator yang mengaku akrab disapa Ketut Sableng ditemani Sugeng, rekan jaganya kemarin.

TPS Underground ini diklaim untuk mengatasi kondisi sampah di Depo tersebut yang sebelumnya sering dikeluhkan warga.

Pasalnya, sampah yang ditampung di depo tersebut kerap kali meluber hingga ke bahu jalan.
Selain itu, bau tak sedap yang dihasilkan dari sampah juga sangat menggangu kenyamanan warga sekitar. (*)

Penulis: Hisyam Mudin
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved