Wawan Hendrawan Berharap Fans Lebih Dewasa, Tunjukkan Bali Cintai Damai
Fans Bali United meluapkan rasa kecewa kepada Bhayangkara FC dengan membentangkan spanduk di sisi utara Stadion Dipta Gianyar yang berujung sanksi
Penulis: Marianus Seran | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, Marianus Seran
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Fans Bali United meluapkan rasa kecewa kepada Bhayangkara FC yang disinyalir merampok gelar Juara Liga I Indonesia musim lalu dari Bali United, dengan membentangkan spanduk bertuliskan 'Selamat Datang Pecundang' di sisi utara Stadion Dipta Gianyar, pada pekan ke-17 Liga I Indonesia, 21 Juli 2018.
Dendam masih membara, diwujudkan lewat tekanan kepada pemain Bhayangkara FC sejak awal laga hingga akhir.
Nyanyian hinaan terdengar jelas.
Pemain Bhayangkara FC, bukan ciut nyali justru termotivasi dengan psy war para fans Serdadu Tridatu.
Sayangnya, untuk ketiga kalinya Bali United kembali dikalahkan Bhayangkara FC.
Skor dalam laga terakhir putaran pertama Liga I Indonesia itu, 2-3 untuk asuhan Simon MCmenemy.
Kibaran spanduk itu berbuah sanksi Rp 40 Juta yang dijatuhkan Komdis PSSI kepada manajemen Bali United, 25 Juli 2018.
Ulah fans yang tidak sabar harus ditanggung manajemen Serdadu Tridatu.
"Soal spanduk fans (Selamat Datang Pecundang), opini dan pandangan setiap orang berbeda-beda. Kalau opini saya, tujuannya, itu bentuk kekecewaan musim lalu, dan psy war pada laga itu," kata kiper Bali United Wawan Hendrawan, Jumat (27/7/2018).
Wawan Spider Wan mengakui spanduk itu justru menguntungkan tim lawan.
Mereka berbalik semangat dan bisa memenangkan laga.
"Tapi harus berpikir juga. Kalau menurut saya justru spanduk itu melecut semangat, dan mereka (Bhayangkara FC) buktikan mereka bukan pecundang. Memompa semangat atau spirit mereka sepanjang laga," jelas Spider Wan.
Kiper asal Brebes ini, berharap para fans Bali United lebih dewasa menyikapi setiap situasi.
"Kami maklumi itu bentuk kekecewaan dan semoga ke depan kita lebih dewasa lagi menyikapi situasi seperti ini, "katanya. (*)