Bali Paradise

Aroma Kayu Api Tak Terganti, Suksma Coffee Pertahankan Teknik Sangrai Tradisional

Ketika proses roasting modern kian digemari karena menawarkan kepraktisan, Suksma Coffee justru tetap mempertahankan sangrai tradisional

Aroma Kayu Api Tak Terganti, Suksma Coffee Pertahankan Teknik Sangrai Tradisional
Istimewa
Suksma Coffee 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketika proses roasting modern kian digemari karena menawarkan kepraktisan, Suksma Coffee justru tetap ingin mempertahankan teknik sangrai tradisional.

Menyangrai kopi secara manual dilakukan dengan memanaskan biji-biji kopi di atas penggorengan tanpa dibubuhi minyak.

Seseorang harus stand by mengaduk-aduk biji kopi itu, agar jangan sampai bagian bawah saja yang matang.

Proses pemanasan ini dilakukan hingga biji kopi berwarna kecokelatan.

Biasanya proses sangrai ini dilakukan di atas tungku kayu bakar.

Menurut pemilik Suksma Coffee, Made Putra, kayu bakar inilah yang akan membuat kopi semakin nikmat.

Aroma kayu bakar akan menempel pada biji kopi dan tetap terasa ketika biji kopi sudah diseduh menjadi minuman.

Inilah yang membuatnya merasa jika harus tetap mempertahankan teknik warisan tempo dulu itu.

“Bagi saya kopi Bali memang paling baik jika di-roasting manual. Cita rasaya berbeda, nikmat dan aromanya lebih harum,” ucap lelaki yang sering disapa Made ini.

Untuk mendapatkan kopi Bali yang benar-benar disangrai manual, Made mengambil stok dari Karangasem.

Halaman
1234
Penulis: Ni Putu Diah paramitha ganeshwari
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved