Serba Serbi

Kuburan 'Disulap' Jadi Taman Setra, Ini Penampakannya

Kuburan atau Setra di Bali identik dengan kesan angker. Tempatnya seram. Namun tidak demikian halnya kuburan atau setra Desa

Kuburan 'Disulap' Jadi Taman Setra, Ini Penampakannya
Tribun Bali/Komang Agus Ruspawan
Penampakan Setra Desa Pakraman Kubu ini mirip seperti taman kota, Minggu (29/7/2018), . 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Kuburan atau Setra di Bali identik dengan kesan angker. Tempatnya seram.

Namun tidak demikian halnya kuburan atau setra Desa Pakraman Kubu, Kecamatan/Kabupaten Bangli.

Setra Desa Pakraman Kubu yang dulunya terlihat seram dengan banyak ditumbuhi ilalang dan pepohonan, kini "disulap" menjadi taman yang asri dan indah.

Seperti yang terlihat pada Minggu (29/7/2018), penampakan Setra Desa Pakraman Kubu ini mirip seperti taman kota.

Pohon-pohon besar yang dikenal angker, "disengker" berundag-undag yang bisa difungsikan sebagai tempat duduk oleh krama ketika ada kegiatan di setra.

Penampakan Setra Desa Pakraman Kubu ini mirip seperti taman kota, Minggu (29/7/2018),  .
Penampakan Setra Desa Pakraman Kubu ini mirip seperti taman kota, Minggu (29/7/2018), . (Tribun Bali/Komang Agus Ruspawan)

Kemudian pada lahan kosong yang dijadilan tempat penguburan, dibuatkan sekat-sekat yang tersusun rapi. Area setra pun dibuatkan panyengker.

Tampak juga sejumlah bangunan yang baru dibuat seperti bale lantang dan piasan, yang menambah indahnya pemandangan setra.

"Konsepnya memang dibuat seperti taman. Ini untuk menghilangkan kesan setra yang seram dan tenget (angker). Batu nisan pun nanti dibuat seragam supaya terlihat lebih indah, " ujar salah satu prajuru Desa Pakraman Kubu, Nengah Mudanta.

Menurut koordinator pembangunan setra ini, Nengah Nasib, dana yang sudah dihabiskan untuk pembangunan kurang lebih Rp 500 juta.

"Dananya berasal dari urunan krama serta sumbangan dari para donatur," ujar Nasib, yang juga menjadi prajuru desa setempat.

Menurutnya masih ada beberapa bangunan lain yang belum dibangun. Seperti candi bentar, angkul-angkul, panyengker bagian depan, dan lainnya.

"Sekarang masih mencari dana tambahan lagi untuk melanjutkan pembangunan di setra ini. Kita harapkan tahun 2020 atau 2021 sudah selesai, " jelasnya, di hadapan sejumlah krama Kubu Tempek Badung yang ngayah maresik (gotong royong bersih-bersih) di setra setempat.

"Nanti kalau sudah selesai semua bangunannya, pastinya akan tampak lebih indah dan asri," tandas Kelih Nasib. (*) 

Penulis: Komang Agus Ruspawan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved