Berita Banyuwangi

Menikmat Banyuwangi Ethno Carnival, Luhut Jalan Kaki Tiga Kilometer

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat ke Banyuwangi. Pemerintah pusat, provinsi kerja kolektif

Menikmat Banyuwangi Ethno Carnival, Luhut Jalan Kaki Tiga Kilometer
SURYA/Haorrahman
Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, ikut berjalan kaki bersama Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menyusuri jalanan sepanjang sekitar 3 kilometer, Minggu (29/7/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menghadiri atraksi wisata Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), Minggu (29/7/2018).

Di ajang karnaval etnik yang sudah digelar delapan tahun berturut-turut dan konsisten mengusung tema kebudayaan lokal itu, Luhut terlihat sangat menikmati, bahkan dia turut berjalan kaki sepanjang tiga kilometer mulai start hingga finish.

Baca: Lagi Simulasi Antisipasi Gempa, Peserta Benar-benar Panik Lantaran Terjadi Gempa Bumi Sungguhan

Baca: 14 Orang Meninggal dalam Gempa Lombok, Ini Nama-nama Korban Teridentivikasi

Baca: Oknum Pejabat Polda Kalbar Diduga Bawa Sabu di Bandara, Mabes Polri Langsung Kirim Surat Telegram

"Saya terkesan dan sangat menikmati. Kebersamaan pemerintah dan rakyat menyatu di karnaval ini. Banyuwangi paten," kata Luhut, dengan bahasa khas Medan, paten berarti hebat.

Langkah Banyuwangi dalam mengembangkan pariwisata, menurut Luhut sudah sangat tepat.

Sektor pariwisata saat ini menjadi penyumbang penerimaan negara terbesar setelah sektor energi, dan tak lama lagi diprediksi menjadi sumber penerimaan terbesar negara.

“Pariwisata ini efektif menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi. Itu terbukti di Banyuwangi,” kata Luhut.

Dia menambahkan, pemerintah pusat juga terus mengebut pembangunan infrastruktur wisata di Banyuwangi.

“Presiden Jokowi sangat concern mendorong pengembangan wisata daerah sebagai pintu pembuka kesejahteraan rakyat,” kata Luhut.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat ke Banyuwangi.

Berkat dukungan pemerintah pusat, provinsi, dan kerja kolektif bersama rakyat, Banyuwangi terus tumbuh.

Sektor pariwisata menjadi salah satu pendorong pertumbuhan tersebut. Dalam tujuh tahun terakhir, sebut Anas, kemiskinan melorot drastis ke level 8,6 persen dari sebelumnya selalu di atas dua digit.

Pendapatan per kapita warga melonjak 120 persen menjadi Rp 45 juta per orang per tahun pada 2017 dibanding posisi 2011.

“Kami bersyukur pendapatan per kapita warga Banyuwangi rata-rata sudah di atas USD 3.000 per tahun, level itu yang sering dikategorikan sebagai bagian dari kelas menengah. Tugas menantang ke depan adalah semakin mendorong pemerataan ekonomi hingga ke desa-desa, yang terus kita upayakan antara lain lewat program Smart Kampung,” ujar Anas. (haorrahman)

Editor: Rizki Laelani
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help