Berita Banyuwangi

Cerita Bangganya Anak-Anak Muda Banyuwangi Tampil di Banyuwangi Ethno Carnival

Untuk bisa tampil sempurna di event ini, Maura mengaku latihan cukup keras, selama satu bulan ini dia berlatih tiada pernah absen.

Cerita Bangganya Anak-Anak Muda Banyuwangi Tampil di Banyuwangi Ethno Carnival
SURYA/haorrahman
Para talent Banyuwangi Ethno Carnival, menampilkan berbagai jenis kostum sesuai dengan tema Puter Kayun. 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Parade busana etnik kontemporer yang masuk top 10 calender agenda wisata nasional, Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) telah usai digelar, Minggu (29/7/2018).

Para penampil di BEC merasa bangga bisa menyuguhkan atraksi wisata yang megah.

Baca: Calon Kepala Sekolah SD di Denpasar Dikumpulkan, Mereka Diminta Lakukan Tugas Ini

Baca: Masih Dikepung Gelombang Tinggi, Warga Diminta Hati-hati Saat Jalan-jalan di Pantai

Talent BEC kids, Maura Yevanika yang baru berusia 10 tahun, telah tiga tahun berturut-turut menjadi talent BEC.

Maura tampil dengan kostum oncor-oncoran, salah satu sub tema BEC ini. Baju hijau segar yang dikombinasi kain putih, dan omprok (penutup kepala), oncor (obor), dengan diameter 50 meter melingkari di kepala dan tubuhnya.

Penampilan dara yang masih duduk dibangku kelas IV SD ini pun sempat membuat penonton terperangah.

Dengan ukuran tubuhnya yang kecil dia mampu berjalan dengan lincah sambil membawa oncor seberat 15 kg.

"Berat sih. Tapi ini yang buat saya bangga bisa tampil di BEC," kata dara kelahiran 20 Juni 2008 ini.

Maura mengatakan, kreasinya itu merupakan karyanya bersama tim dan orangtuanya.

Untuk bisa tampil sempurna di event ini, Maura mengaku latihan cukup keras, selama satu bulan ini dia berlatih tiada pernah absen.

"Meski capek,dia selalu semangat kalau sudah latihan. Bahkan dia tak pernah mau pernah absen. Itu semua karena obsesinya ingin tampil yang terbaik di even ini," kata Maura.

Halaman
12
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help