Berita Banyuwangi

Dandang Sewu dan Cerita Generasi Ketiga Pengrajin Logam di Kalibaru

Festival Dandang Sewu atau seribu dandang kembali digelar, Rabu (1/8/2018), di Lapangan Kompi Koramil Kecamatan Kalibaru

Dandang Sewu dan Cerita Generasi Ketiga Pengrajin Logam di Kalibaru
Surya/Istimewa
Festival Dandang Sewu. 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Festival Dandang Sewu atau seribu dandang kembali digelar, Rabu (1/8/2018).

Kali ini bertempat di Lapangan Kompi Koramil Kecamatan Kalibaru, setelah tahun sebelumnya diadakan langsung di areal persawahan Dusun Tegal Pakis, Desa Kalibaru Wetan.

Festival yang bertujuan untuk mengangkat potensi lokal Kecamatan Kalibaru tersebut, ternyata menandai perkembangan kerajinan logam yang telah memasuki generasi ketiga.

Pertama kali kerajinan yang memproduksi berbagai peralatan dapur dan perkakas rumah tangga dari logam itu, diawali oleh seorang pendatang bernama Klasi pada decade 70-an.

Pendatang asal Madiun itu, merantau ke Banyuwangi dan menetap di Kalibaru.

"Pak Klasi kemudian membuat panci dan alat-alat dapur. Bahan yang digunakan masih memanfaatkan drum bekas,” ungkap Wawan, cucu Pak Klasi yang kini juga menggeluti usaha kerajinan tersebut.

Dari usaha Pak Klasi tersebut, lantas berkembang ke tetangga sekitarnya di Dusun Tegalpakis.

Banyak yang ikut serta mengais rezeki dari membuat dan menjual kerajinan tersebut.

Perkembangannya semakin pesat ketika memasuki dekade 80-an.

Saat itu, usaha yang dirintis oleh Klasi dilanjutkan oleh putranya yang bernama Selamet.

Halaman
123
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help