Berita Banyuwangi

Komitmen Banyuwangi Pertahankan Kekhasan Arsitektur Lokal Diapresiasi Kementerian PU

dengan mempertahankan kearifan lokal, identitas tiap daerah tetap terjaga dari gedung-gedungnya.

Komitmen Banyuwangi Pertahankan Kekhasan Arsitektur Lokal Diapresiasi Kementerian PU
SURYA/haorrahman
Konsultasi Teknis Peraturan Perundang-undangan Penataan Bangunan dan Lingkungan yang berlangsung di Banyuwangi, Kamis (2/8/2018), yang dihadiri jajaran Dinas PU dari 38 kabupaten/kota se Provinsi Jawa Timur. 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Kementrian Pekerjaan Umum (Kemen PU) mengapresiasi komitmen Banyuwangi dalam mempertahankan identitas lokal pada desain gedung dan bangunan yang ada.

Ini menjadi contoh dalam pengembangan arsitektur yang mengadopsi kearifan arsitektur nusantara.

Direktur Bina Penataan Bangunan Kementerian Pekerjaan Umum, Iwan Supriyanto, mengatakan, dengan mempertahankan kearifan lokal, identitas tiap daerah tetap terjaga dari gedung-gedungnya.

Baca: Pamit Buang Air, Pelaku Percobaan Pembunuhan Pada Bu Lurah Malah Bernasib Seperti Ini

Baca: Luput dari Maut, Kini Bu Lurah Pilih Ngungsi di Asrama Polisi

Sesuai amanat presiden akar pembanguan kita diperlukan perda bangunan gedung yang merupakan amana persyaratan administrartif dan teknis. Keselamatan, kenyamanan kesehatan kemudahan kenyamanan.

Iwan mengatakan, saat ini di Indonesia sudah menjamur pembangunan gedung tinggi dan multifungsi.

Tidak dipungkiri, pembangunan gedung dan bangunan tersebut banyak yang terimbas oleh kemajuan teknologi dan budaya luar. Hal ini memudarkan ciri khas lokal yang menjadi kekayaan daerah di Indonesia.

“Sebuah bangunan seyogyanya mencerminkan budaya masing-masing, sehingga identitas tiap daerah tetap terjaga. Ini menjadi hal yang penting dalam mempertahankan kekayaan arsitektur lokal nusantara,” kata Iwan, dalam Konsultasi Teknis Peraturan Perundang-undangan Penataan Bangunan dan Lingkungan yang berlangsung di Banyuwangi, Kamis (2/8), yang dihadiri jajaran Dinas PU dari 38 kabupaten/kota se Provinsi Jawa Timur.
Banyuwangi, kata Iwan merupakan salah satu daerah yang berkomitmen tinggi melestarikan kekayaan arsitektur lokalnya. Meskipun menjadi daerah yang pesat pertumbuhannya, tidak membuat Banyuwangi meninggalkan ciri khas tradisi dan budayanya. Hal ini nampak dari berbagai desain arsitektur yang berdiri, mulai gedung bandara, hotel dan tempat-tempat publik lainnya.

“Saat saya sampai di bandara Banyuwangi saya langsung tahu kalau bandara tersebut di desain oleh arsitek profesional. Sangat unik dengan ciri kelokalannya sangat terasa, bahkan saya lhat ada Kiling (kincir angin khas suku Using) juga disana,” kata Iwan.

Iwan juga terkesan dengan Banyuwangi karena melibatkan ahli profesional dalam mendesain gedung dan bangunan yang didirikan. Ini merupakan salah satu aspek penting yang harus dilakukan oleh pembuat kebijakan.

“Komitmen pemimpin Banyuwangi ini perlu diapresiasi, karena setiap bangunan penting di daerahnya wajib dipresentasikan di hadapannya untuk memastikan kekhasan lokal terakomodir dalam arsitektur bangunan tersebut,” kata Iwan.

Halaman
12
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help