Bali Paradise

Konservasi Penyu dan Terumbu Karang, Optimalkan Objek Wisata Pantai Penimbangan

Keindahan pantai berpasir hitam oleh masyarakat Buleleng biasa menyebutnya dengan Pantai Penimbangan

Konservasi Penyu dan Terumbu Karang, Optimalkan Objek Wisata Pantai Penimbangan
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Pantai Penimbangan 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Desa Baktiseraga berdiri pada 1 April 1968, dengan Skp Bupati Daerah Tingkat II Buleleng tanggal 3 Mei 1968 nomor : 75/Pemd.1/81/68.

Desa yang dipimpin oleh Gusti Putu Armada ini dikaruniai keindahan pantai berpasir hitam.

Masyarakat Buleleng biasa menyebutnya dengan Pantai Penimbangan (PP).

Pantai ini menjadi salah-satu objek wisata favorit warga Bumi Panji Sakti.

Utamanya bagi para anak muda.

Memasuki areal pantai ini, pengunjung terlebih dahulu disajikan dengan panorama sawah.

Di pinggir pantainya terdapat warung-warung kecil yang menyajikan berbagai ragam makanan, dengan harga yang terbilang cukup terjangkau.

Warung-warung ini lah yang sering digunakan oleh para anak muda untuk nongkrong, saling bertukar pikiran, dan menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat.

Selain sering digunakan sebagai tempat nonkrong, Pantai Penimbangan juga kerap didatangi oleh penyu untuk bertelur.

Perbekel Armada mengatakan, sudah ribuan telur berhasil diselamatkan dengan memindahkannya ke penangkaran penyu yang dibuat secara bersama-sama dengan para kelompok nelayan Sari Segara.

Penangkaran penyu pantai penimbangan
Penangkaran penyu pantai penimbangan (Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani)
Halaman
123
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help