Garuda Wisnu Kencana

Rampungnya Pemasangan Seluruh Struktur Patung GWK, Nyoman Nuarta Gelar Swadharma Ning Pertiwi

Pemasangan ini menjadi momentum terakhir perwujudan tubuh patung GWK yang telah dinanti-nanti publik selama ini.

Rampungnya Pemasangan Seluruh Struktur Patung GWK, Nyoman Nuarta Gelar Swadharma Ning Pertiwi
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Pertujukan kolosal bertajuk swadharma Ning Pertiwi melibatkan berbagai seniman pada peresmian patung Garuda Wisnu kencana di Ungasan, Sabtu (4/8/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pada hari Selasa tanggal 31 Juli 2018 menggenapi jumlah modul menjadi 754, modul terakhir itu berupa kepingan tembaga-kuningan pada bagian tertinggi dari ekor Garuda.

 
Pemasangan ini menjadi momentum terakhir perwujudan tubuh patung GWK yang telah dinanti-nanti publik selama ini.

Maka, untuk menggenapi kehadiran GWK di bumi Nusantara, digelar sebuah perhelatan bertajuk Swadharma Ning Pertiwi yang akan melibatkan para seniman dari berbagai bidang, Sabtu (4/8/2018) malam di pelataran Festival Park GWK Cultural Park.

 
Pada intinya Swadharma Ning Pertiwi bermakna persembahan dengan sikap penuh takzim dari seorang seniman kepada Ibu Pertiwi, di mana ia memperoleh seluruh talenta dan kemampuannya sebagai seorang seniman.

 
Dalam hal ini, seniman Nyoman Nuarta mempersembahkan mahakaryanya kepada negara dan bangsa Indonesia, bahkan kepada dunia. 

 
Para seniman yang terlibat diantaranya seperti Wawan Sofwan (Sutradara), Putu Fajar Arcana (penulis naskah), I Ketut Rina (penari kecak), Ayu Laksmi (penyanyi), Dira Sugandi (penyanyi), Eko Supriyanto (koreografer), Rubi Roesli (seniman instalasi), Maulana Azis (video mapping), Tjok Abi (perancang busana), Keni K. Soeriaatmadja (penari), Agung Ocha (penyanyi), Gung Rama (penari), serta para seniman Bali.

 
Para seniman ini membawakan reportoar tentang keindonesiaan yang beragam-ragam suku, agama, etnik, bahasa, dan kebudayaan. Keberagaman yang dipersatukan oleh motto Bineka Tunggal Ika itulah menjadi kekayaan bangsa ini, sehingga berhasil melampuai berbagai peristiwa sejarah sejak masa lalu sampai kini.

 
Namun inti dari seluruh perhelatan "Swadharma Ning Pertiwi" pemberian penghargaan kepada 120 seniman yang selama ini dengan tekun, sabar, dan kerja keras menyusun patung GWK dari hari ke hari. Sebagian besar mereka telah bekerja sejak 28 tahun lalu.

 
Sebelum pertunjukkan, Nyoman Nuarta memberikan sepatah dua patah katanya mengenai perjalanannya membangun Patung GWK. “Semoga pertunjukkan ini memuaskan anda,” ucapnya.

 
Dilanjutkan sambutan dari Deputi Prof. Dr. Ir. I Gde Pitana, M.Sc selaku Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran 1 Kemenpar mewakili Menteri Pariwisata.

 
“Kami yakin banyak sekali manfaat yang diberikan dengan telah selesainya pembangunan GWK. Kami berharap GWK bisa menjadi pusat pertumbuhan pariwisata yang dapat mengangkat angka kunjungan wisatawan ke Bali dan berdampak meningkatnya perekonomian Bali,” ucapnya pada sambutan.

 
Lalu dilanjutkan dengan pertunjukkan Swadharma Ning Pertiwi, tata suara, tata lampu, audio serta tata panggung yang telah disiapkan sebelumnya memukau ratusan tamu undangan.

 
Dan akan ditampilkan video mapping yang bekerjasama dengan Epson Indonesia dalam instalasinya.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved