Gempa Bumi Lombok

Diguncang Gempa 7 SR Kemarin Malam, 4 Ruang Kelas SMAN 1 Susut Bangli Roboh

Pecahan-pecahan genting masih memenuhi lantai dua ruang kelas di SMPN 1 Susut, Bangli.

Diguncang Gempa 7 SR Kemarin Malam, 4 Ruang Kelas SMAN 1 Susut Bangli Roboh
Tribun Bali/M. Fredey Mercury
Kepala sekolah SMKN 1 Susut, Ni Made Ciri Rimbawati saat menunjukkan ruang lab multimedia yang terdampak gempa, Senin (6/8/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pecahan-pecahan genting masih memenuhi lantai dua ruang kelas di SMPN 1 Susut, Bangli.

Setidaknya empat ruang di lantai dua ini rusak berat akibat gempa yang berpusat di Lombok berkekuatan 7,0 SR pada Minggu (5/8).

Ratusan siswa pun kini terpaksa harus menempati ruang-ruang kelas lain untuk tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Kepala sekolah SMAN 1 Susut, I Dewa Gede Anom Senin (6/8/2018) menyebutkan, empat ruang yang rusak seluruhnya merupakan ruang kelas XII. Diantaranya dua ruang IPB dan dua ruang IPS.

Terhadap ruang kelas yang rusak, sambung Dewa Anom, pihaknya berencana melakulan mergering (penggabungan) kelas, khsusnya di kelas X dan XI. Ini dilakukan agar pihaknya bisa lebih fokus memberikan pelayanan di kelas XII. Mergering kelas ini akan dilakukan hingga ruang kelas bisa selesai direnovasi.

"Estimasi kerugian mencapai Rp. 500 juta. Namun perlu pengkajian lebih dari dinas Pekerjaan Umum Bangli untuk memastikan nominalnya," ucap dia.

Kerusakan serupa juga terjadi di SMKN 1 Susut. Tampak bagian atap sejumlah ruangan porak-poranda. Kepala sekolah SMKN 1 Susut, Ni Made Ciri Rimbawati mengatakan total kerusakan meliputi empat ruang kelas di lantai tiga, serta satu ruang lab multimedia yang berada tepat diatas ruang guru.

Kerusakan ruang lab juga menyebabkan satu unit komputer mengalami kerusakan akibat tertimpa material, sehingga total kerugian ditaksir mencapai Rp 160 juta.

Diakui pula, pembelajaran hari ini sempat mengalami gangguan, tepatnya pada pukul 08.29 wita saat terjadi gempa susulan.

"Beberapa siswa yang berada di ruang atas sontak berhamburan keluar gedung mungkin karena mereka trauma. Tapi untungnya kejadian gempa di malam hari, kalau siang saya sudah tidak bisa membayangkan anak-anak bagaimana," ujarnya.

Sementara terkait kerusakan ruang, pihak sekolah akan berusaha segera melaporkan ke disdik provinsi, agar segera mendapat anggaran perbaikan. (*) 

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved