Bali United

Wawancarai Pieter Tanuri, Media Asing Soroti Laga Bali United Kontra PSIS Semarang

Ia juga sudah melakukan banyak penelitian dan informasi detail soal Bali United.

Wawancarai Pieter Tanuri, Media Asing Soroti Laga Bali United Kontra PSIS Semarang
Istimewa
Owner Bali United Pieter Tanuri saat diwawancarai pada laga Bali United kontra PSIS Semarang, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (4/8/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR -- Sekumpulan fotografer berada di pinggir lapangan Stadion I Wayan Dipta, Gianyar saat laga Bali United menjamu PSIS Semarang, Sabtu (4/8).

Mereka mengenakan rompi yang ukuran dan warnanya sama, merah.

Dari beberapa fotografer yang bertugas tersebut, ada satu yang berbeda. Ia berwajah bule. Lalu, ia tidak hanya aktif memotret pertandingan.

Namun, sering kali ia bergerak mendekati tribun penonton untuk memotret kreativitas suporter Bali United.

Satu di antaranya fotografer itu bernama Sebastien Louis.

“Saya dari Prancis dan saya sangat tertarik dengan sepak bola di Bali dengan segala keragamannya. Bagi saya, di sini, banyak memunculkan sesuatu yang menarik,” katanya, usai pertandingan.

Pria yang mengaku menuliskan hasil liputannya di salah satu media olahraga terbesar dan berpengaruh di Prancis tersebut sudah berada di Bali sehari sebelumnya.

Kapten Bali United Fadil Sausu (kiri) bersama Dias Angga, Mahamadou Ndiaye, dan Nick van der Velden melakukan selebrasi usai menciptakan gol ke gawang PSIS Semarang pada laga di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (4/8/2018)
Kapten Bali United Fadil Sausu (kiri) bersama Dias Angga, Mahamadou Ndiaye, dan Nick van der Velden melakukan selebrasi usai menciptakan gol ke gawang PSIS Semarang pada laga di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (4/8/2018) (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Ia juga sudah melakukan banyak penelitian dan informasi detail soal Bali United.

“Saya sudah membaca banyak hal tentang klub ini. Terutama terkait keragaman agama para pemainnya dan bagaimana perayaan agama di Bali berbeda dengan di daerah Indonesia lainnya. Hebatnya, tidak ada persoalan tentang toleransi dan budaya itu,” tambah dia seperti dilansir liga-indonesia.id.

Untuk membuat hasil penulisannya lebih berbobot, pria yang berharap musim depan akan kembali ke Indonesia itu sempat bertemu dan wawancara secara langsung dengan pemilik Bali United, Pieter Tanuri.

Setelah wawancara mendalam dengan sang pemilik klub, Louis sempat mewancarai salah satu pemain asli kelahiran Bali Kemudian, ia pun mewancarai salah satu pemain asing di klub tersebut.

“Saya akan membuat satu pemberitaan yang komprehensif tentang sepak bola Bali United dan Bali. Berharap tahun depan saya bisa melakukannya di klub-klub lain di Indonesia. Terutama tim-tim besar di negeri ini,” pungkas dia. (*)

Penulis: Kambali
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help