Gempa Bumi Lombok

Kapal Binaya Sempat Mengalami Kendala Saat Angkut Wisatawan Dari Gili Trawangan Ke Benoa

Ada dua kapal yang disediakan untuk melaksanakan evakuasi wisatawan di Lombok khususnya Gili Trawangan.

Kapal Binaya Sempat Mengalami Kendala Saat Angkut Wisatawan Dari Gili Trawangan Ke Benoa
Tribun Bali / Rizal Fanany
Sejumlah wisatawan domestik dan mancanegara menuruni kapal Bounty Cruise tiba di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Selasa (7/8/2018) dini hari. Sebanyak 540 orang wisatawan dievakuasi dari Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno menuju Pelabuhan Benoa untuk mengantisipasi terjadinya gempa susulan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Tiba pukul 11.30 Wita, 86 penumpang Kapal Binaya dari Gili Trawangan tiba di Pelabuhan Benoa Bali, Senin (6/8/2018)

Kepala Cabang PT Pelni Bali, Dadang Rutmana menjelaskan, Kapal Binaiya mengangkut 86 orang (diantaranya 31 WNA) kemudian informasi dari KSOP, Kapal Bounty sekitar 200 orang.

Ada pun kendala pada waktu pelaksanaan penjemputan evakuasi di Gilitrawangan yaitu kapal Binaiya dengan ukuran besar tidak bisa bersandar, akibat cuaca angin serta gelombang yang tinggi.

"Jadi agak kesulitan untuk merapat di dermaga sana," jelasnya

Ia mengukap, ada juga faktor penghambat yakni tidak bisa menghubungi personel Basarnas dikarenakan handphone mati.

"Karena disana listrik padam sejak kemarin," ujarnya.

Sementara saat ini menunggu instruksi dari pihak Kementrian Perhubungan untuk langkah selanjutnya.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Hadi Purnomo menambahkan, untuk segi pengamanan, ada satu pleton Pol Air berjumlah 30 orang, dari Polresta 30 orang, pihak Polsek Benoa 35 orang, pihak Pelni 15 orang, pihak Pelindo 5 orang, pihak PHRI serta pihak instansi terkait juga ada.

"Setibanya penumpang dari Gili Trawangan akan didata untuk menaiki bus," jelasnya.

Menurut informasi dari rekan-rekan Pelni, ada dua kapal yang disediakan untuk melaksanakan evakuasi wisatawan di Lombok khususnya Gili Trawangan.

Dari kapal tersebut, ada satu kapal Pelni yang berlabuh di pelabuhan Benoa dan satu kapal dari pihak swasta yaitu Bounty Cruises.

Kapal-kapal tersebut mengantar wisatawan yang terdampak bencana dan berlabuh di pelabuhan Benoa.

Dari hasil koordinasi, baik itu dari pihak PHRI (Persatuan Hotel Restaurant Indonesia), dan Pelindo sudah siap untuk membantu melaksanakan pengamanan dalam bentuk transportasi maupun penginapan.

Diantaranya pihak Polresta bantu dua bus dan satu ambulance, pihak PHRI bantu enam bus, dan mobil pick up untuk mengangkut barang bawaan.

"Untuk warga yang luka-luka, sudah disiapkan mobil ambulance oleh pihak kepolisian untuk dirujuk ke rumah sakit terdekat. Terkait penginapan, mereka sudah koordinasi disini. Jadi mereka ini, sebelumnya ada yang berkoordinasi dengam travel-travel. Namun ada juga yang belum, nah nantinya akan diurus oleh pihak PHRI terkait penginapan hotel yang sudah siap. Pada intinya kita sudah siap untuk membantu pengamanan, transportasi, dan penginapan saudara-saudara kita yang telah terkena bencana," jelasnya.

Penulis: Rino Gale
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help