Home »

Bali

Menlu Australia Lanjutkan Kerja Sama dengan Organisasi di Bali

Kunjungan yang berlangsung kurang lebih 30 menit menghasilkan komitmen untuk meneruskan kerja sama dengan organisasi-organisasi.

Menlu Australia Lanjutkan Kerja Sama dengan Organisasi di Bali
Tribun Bali/Ida Ayu Suryantini Putri
Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengunjungi Annika Linden Center di Denpasar, Bali, Senin (6/8/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop mengunjungi Annika Linden Center (ALC), sebuah sosial enterprise yang terletak di Jalan Bakung, Nomor 19, Kesiman, Denpasar, Bali, Senin (6/8/2018) kemarin.

Saat itu, Julie menengok sebentar kegiatan yang sedang berlangsung di dalam lembaga yang menangani penyandang disabilitas itu.

Kunjungan yang berlangsung kurang lebih 30 menit ini menghasilkan komitmen untuk meneruskan kerja sama dengan organisasi-organisasi yang ada di Annika Linden Center.

“Australia terus mendukung Annika Linden Center dan membantu orang-orang di Bali sebagai bentuk persahabatan yang mendalam antara Australia dan Indonesia,” ujar Menlu Australia, Julie Bishop, setelah berkunjung ke dalam gedung ALC.

Kunjungannya kali ini bertujuan untuk bertemu dengan tiga organisasi nirlaba lokal yang berkantor di ALC.

Organisasi tersebut adalah Yayasan Peduli Kemanusiaan (YPK) Bali, Puspadi Bali, dan D-network serta Relawan Australia untuk Pengembangan Internasional (AVID).

Di ALC diturunkan Direct Aid Program (DAP) atau program bantuan langsung berupa hibah yang dikelola oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia yang bekerja langsung dengan masyarakat di negara-negara berkembang.

Di Bali, DAP dikelola oleh Konsulat Jenderal Australia dan sejak tahun 2005 mendanai 132 proyek di Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selama 2017 – 2018, dana DAP didistribusikan ke 14 proyek di Bali dan tiga di NTB. Proyek tersebut mencakup penyediaan sistem rekam medis untuk kesehatan wanita, proyek air dan sanitasi, materi pendidikan bagi penyandang cacat, restorasi terumbu karang, dan proyek pengelolaan limbah untuk masyarakat yang terkena dampak letusan Gunung Agung.

ALC saat ini menginkubasi tiga LSM ini dan memberikan dukungan strategis kepada tiga organisasi nirlaba lainnya.

YPK sendiri memfokuskan pada penyediaan rehabilitasi bagi penyandang cacat yang kurang mampu dan tidak memiliki akses ke fasilitas perawatan kesehatan.

“Kami tunjukkan merupakan suatu program yang waktu itu mereka lihat sangat inovatif, terutama di mana kami memberikan soft skill bagi anak-anak disabilitas yang menginjak dewasa dan masuk ke dunia kerja. Kemudian ada program kebun terapi yang sebenarnya masih baru awal di Bali. Mereka kami ajak melakukan okupasi terapi tapi dengan cara yang berbeda. Ini tadi agak cukup lama di belakang, mereka minta penjelasan itu,” jelas Pendiri dan Direktur YPK Bali, Purnawan Budisetia setelah menemani Menlu Australia ini melihat-lihat.

Sementara itu, Puspadi berfokus pada penyediaan prosthetics, orthotics, kursi roda, bantuan mobilitas dan rehabilitasi bagi para penyandang cacat, terutama mereka yang tidak memiliki akses ke fasilitas perawatan kesehatan.

“Di Annika Linden ini ada empat organisasi, yakni Puspadi Bali, YPK, Annika Linden Center, dan D-network. Satu dengan yang lain saling mendukung satu pekerjaan. Nah ini membuktikan bahwa kerja sosial seperti ini tidak bisa dikerjakan sendiri. Kita harus saling berkolaborasi. Di Puspadi Bali, kami ada beberapa member dan juga schoolarship ke Australia, tidak dalam bentuk networking kita dibantu tapi juga dalam bentuk pendanaan sejak 2011,” tutur Pendiri dan Direktur Puspadi Bali, I Nengah Latra.

Kunjungannya kali ini merupakan serangkaian kegiatan Bali Process yang dilaksanakan Senin (6/8/2018) hingga Selasa (7/8/2018). (*)

Penulis: Ida Ayu Suryantini Putri
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help