Berita Banyuwangi

Wali Kota Terpilih Kota Pariaman Belajar ke Banyuwangi

Menurut Genius, semua inovasi yang dibuat Banyuwangi bisa jadi best practice.

Wali Kota Terpilih Kota Pariaman Belajar ke Banyuwangi
Surya/Haorrahman
Wali Kota terpilih Kota Pariaman, Genius Umar, mengunjungi Banyuwangi yang diterima oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan jajaran, Selasa (7/8/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Wali Kota terpilih Kota Pariaman, Sumatra Barat, Genius Umar, mengunjungi Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), Selasa (7/8/2018).

Kedatangan mantan Wakil Wali Kota Pariaman periode 2013 – 2018 ini, ingin menyerap semua program yang dimiliki Banyuwangi.

Mulai pengelolaan pemerintahan, pengentasan kemiskinan hingga progres pariwisata.

Dalam melakukan kunjungan kerjanya Genius membawa beberapa pejabat teras Kota Pariaman dan15 kepala desa.

Genius mengatakan, selama ini dia banyak mendengar tentang Banyuwangi, mulai sistem pemerintahannya hingga kemajuan pariwisatanya yang mampu mendongkrak perekonomian daerah.

“Setelah ini saya mengemban tugas baru sebagai kepala daerah. Sebelum itu, tentunya harus punya banyak bekal tentang program dan inovasi. Itulah alasan saya ke sini. Karena ada banyak hal yang bisa dicontoh dari Banyuwangi," katanya.

Genius mempelajari sejumlah aplikasi yang ada layar Lounge layanan publik, seperti e- goverment, e-monitoring system untuk pemantauan berbagai proyek pembangunan secara online, e-village budgeting hingga pengentasan kemiiskinan berbasis geospasial.

Menurut Genius, semua inovasi yang dibuat Banyuwangi bisa jadi best practice.

Namun ada salah satu inovasi yang akan diadopsi dulu oleh Genius, yaitu program pengelolaan keuangan desa (e-village budgeting).

“E-village budgeting ini bagus. Sistemnya terintegrasi memudahkan untuk melakukan pengecekan keuangan desa. Selain mudah diakses sepertinya sistem ini juga sangat transparan dan terkontrol. Ini akan saya bawa ke Pariaman. Apalagi kepala desa sudah ajak ke sini mereka bisa langsung belajar,” katanya.

E--Village Budgeting adalah inovasi penganggaran desa yang mengintegrasikan mulai perencanaan, tata kelola, pelaporan, hingga evaluasi dengan memanfaatkan teknologi informasi yang bisa diakses secara luas.

Sistem ini menyinergikan keuangan dan pembangunan di tingkat desa dengan kabupaten, sehingga tercipta keselarasan dan tidak bisa ada intervensi program di tengah jalan. (haorrahman)

Editor: Kander Turnip
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help