62 Persen dari 40 Juta Korban Perbudakan Modern Terjadi di Indo Pasifik

Berdasarkan laporan Organisasi Buruh Internasional, 62 persen dari 40 juta korban perbudakan modern tinggal di kawasan Indo-Pasifik.

62 Persen dari 40 Juta Korban Perbudakan Modern Terjadi di Indo Pasifik
Tribun Bali/Ida Ayu Suryantini Putri
Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengunjungi Annika Linden Center di Denpasar, Bali, Senin (6/8/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pemerintah dan pebisnis dari kawasan Indo-Pasifik kini bekerja bersama lebih dekat melalui Bali Process untuk mengakhiri perdagangan manusia dan perbudakan modern.

Berdasarkan laporan Organisasi Buruh Internasional, 62 persen dari 40 juta korban perbudakan modern tinggal di kawasan Indo-Pasifik.

Pemerintah memainkan peran kunci dalam menetapkan kebijakan dan perundang-undangan yang jelas untuk menghapus praktik-praktik ini, namun pemerintah tidak dapat mencapai tujuan ini sendiri – pebisnis turut memiliki peran yang sangat penting.

Pada Konferensi Tingkat Menteri Bali Process yang ke-7 di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (7/8/2018), para pemimpin bisnis dari pemerintah dan Forum Bisnis menyajikan serangkaian rekomendasi untuk kolaborasi yang lebih erat dalam mengakhiri perbudakan modern, yang disambut baik oleh 25 menteri.

Rekomendasi tersebut dibangun dalam tiga pilar: Acknowledge (tahu), Act (bertindak), and Advance (maju) – AAA.

Ketiganya menggarisbawahi langkah-langkah praktis untuk meningkatkan kesadaran akan perbudakan modern, memperkuat kebijakan dan perundang-undangan, dan menerapkan praktik bisnis yang etis.

Rekomendasi AAA akan memberikan momentum untuk mencapai target PBB dalam Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 tentang perbudakan modern dan perdagangan manusia.

Kami mengucapkan selamat kepada pimpinan bisnis Bapak Andrew Forrest AO, Ketua Fortescue Metals Group dan pendiri Walk Free Foundation, dan Bapak Eddy Sariaatmadja, pendiri dan Ketua Emtek Group, yang memimpin konsultasi untuk mengembangkan rekomendasi ini.

Anggota Bali Process menegaskan kembali komitmen kami untuk memperdalam keterlibatan dengan pebisnis dan masyarakat sipil dalam hal memberantas perdagangan manusia dan perbudakan modern.

Australia turut berbelasungkawa atas hilangnya nyawa akibat gempa bumi yang baru terjadi dan menyampaikan apresiasi kami kepada pihak berwenang di Indonesia atas bantuan mereka dalam mengevakuasi delegasi Australia yang saat itu sedang berada di Lombok. (*)

Penulis: Kander Turnip
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved