Amor Ring Acintya Korban Kecelakaan di Gitgit, Desiana Akhirnya Susul Ayah dan Kakaknya

Kabar duka kembali datang dari keluarga almarhum Ketut Wetan Sastrawan. Anak keduanya, Desiana Andari (9)

Amor Ring Acintya Korban Kecelakaan di Gitgit, Desiana Akhirnya Susul Ayah dan Kakaknya
Istimewa
Polisi saat mengevakuasi mobil yang dikendarai oleh Ketut Wetan Sastrawan, seorang dosen di Universitas Panji Sakti Singaraja, Minggu (5/8/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kabar duka kembali datang dari keluarga almarhum Ketut Wetan Sastrawan.

Anak keduanya, Desiana Andari (9) juga mengembuskan napas terakhir, Selasa (7/8) sekitar pukul 15.00 Wita setelah sempat menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD Buleleng.

Desiana, menyusul sang ayah, Ketut Wetan dan kakak pertamanya, Luh Widya Andari Sadnyani (13).

Kasubag Humas RSUD Buleleng, Ketut Budiantara mengatakan, Desiana meninggal dunia akibat mengalami cidera kepala berat.

Baca : Nyawa Dosen Unipas Singaraja Tak Tertolong Usai Mobilnya Tabrak Pohon, 2 Anaknya Tak Sadarkan Diri
 

Baca : Kondisi Makin Drop, Nyawa Luh Widya Tak Tertolong Setelah Berjuang di ICU

Jenazah Ketut Wetan Sastrawan bersama anak pertamanya Luh Widya Andari Sadnyani saat disemayamkan di rumah duka, di  Dusun/Desa Alasangker, Senin (6/8/2018).
Jenazah Ketut Wetan Sastrawan bersama anak pertamanya Luh Widya Andari Sadnyani saat disemayamkan di rumah duka, di Dusun/Desa Alasangker, Senin (6/8/2018). (Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani)

Padahal sebelumnya, Desiana mulai merespon dan sempat merintih. Namun kondisinya kian menurun hingga hilang kesadaran.

Jenazah Desiana kini telah disemayamkan di rumah duka, di Dusun/Desa Alasangker, bersama ayah dan kakak pertamanya.

Sementara istri almarhum Ketut Wetan, Ni Nyoman Puspa Adnyani (48) kondisinya sudah mulai membaik. Ia telah dirujuk ke RSUP Sanglah kemarin siang karena harus mendapatkan penanganan dari alat medis yang lebih canggih.

"Diagnosanya mengalami fraktur femur kiri kanan, dan fraktur humerus kanan. Ini atas petimbangan dokter. Sebab kalau operasi di RSUD Buleleng itu akan dilakukan hingga beberapa kali. Sedangkan kalau di RSUP Sanglah alat dan dokter spesialisnya lebih menjurus sehingga lebih cept penanganannya," jelas Budiantara.

Diberitakan sebelumnya, Ketut Wetan Sastrawan yang merupakan dosen di Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja mengalami kecelakaan tunggal Minggu (5/8) siang di kilometer 8-9, jalur Denpasar-Singaraja, atau lebih tepatnya di Banjar Dinas Pumahan, Desa Gigti, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Mobilnya hilang kendali sehingga menghantam pohon nangka yang ada di pinggir jalan. Wetan meninggal lebih dulu dalam kecelakaan tersebut.

Sedangkan putri pertamanya meninggal Senin (6/8) di ruang ICU RSUD Buleleng. Dan anak busungnya, Desiana Andari kini 'menyusul' ayah dan kakanya kemarin. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved