Disdikpora Buleleng Rencanakan Bangun Ruang Kelas Baru SDN 3 Depeha Tahun Depan

Perbaikan gedung SD Negeri 3 Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, akan segera dilakukan

Disdikpora Buleleng Rencanakan Bangun Ruang Kelas Baru SDN 3 Depeha Tahun Depan
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Gede Suyasa. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Perbaikan gedung SDN 3 Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, akan segera dilakukan.

Ini dilakukan mengingat sekolah dengan total murid sebanyak 128 orang itu rusak akibat diguncang gempa pada Minggu (5/8/2018) malam kemarin.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, tim teknis telah diturunkan sejak dua hari belakangan ini.

Hasilnya, tim melihat bahwa di ruang kelas IV, V, VI, dan ruang guru di SDN 3 Depeha mengalami penggeseran struktur hingga 5 derajat.

Terkait penggesaran tersebut, Suyasa pun mengaku tidak berani menggunakan ruangan tersebut untuk jangka waktu yang panjang.

Sebab dikhawatirkan ruangan tersebut akan ambruk dan membahayakan para peserta didik.

Sementara untuk ruang kelas I, II, III, yang sejatinya sedang dalam tahap renovasi, juga mengalami kerusakan utamanya di bagian plafon akibat diguncang gempa.

Suyasa pun mendesak pihak rekanan untuk segera menyelesaikan pekerjaannya dalam kurun waktu satu atau dua minggu ke depan.

Sehingga, pada minggu ke tiga, para siswa bisa menggunakan ruangan tersebut untuk belajar.

"Ruang kelas IV, V, VI, masih bisa digunakan untuk waktu satu atau dua bulan ini, dengan cara menurunkan semua pelafon yang ada di ruangan tersebut, sembari menunggu ruang kelas I, II dan III, selesai di renovasi. Jika renovasi selesai, maka kami akan menghapus ruang kelas IV, V dan VI. Tahun depan akan kami usulkan untuk dibangun ruang kelas baru," jelasnya saat dikonfirmasi Selasa (7/8/2018).

Selain SDN 3 Depeha, kerusakan juga terjadi di SDN 5 Tamblang, utamanya di bagian Mes Guru.

Gempa merusak bagian atap mes yang ditempati oleh salah satu guru asal Desa Penarukan.

Ke depan, Suyasa mengaku akan segera memperbaiki mes tersebut dengan menggunakan anggaran perubahan.

"Plafon di ruang perpusatakaan di SD 5 Tamblang juga ada sebagian yang jebol. Saya sudah perintahkan untuk plafonnya diturunkan, lalu carikan tukang plafonnya dibiayai dari dana BOS dengan menggunakan RKHS semester ganjil," katanya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved