Karangasem Siap Jadi Kota Layak Anak, Terobosan Terbitkan Perbup Peniadaan Iklan Rokok Luar Ruang

Mas Sumatri berkomitmen meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan segera membuat regulasi Peraturan Bupati (Perbup)

Karangasem Siap Jadi Kota Layak Anak, Terobosan Terbitkan Perbup Peniadaan Iklan Rokok Luar Ruang
istimewa
Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan Kota Layak Anak. Bupati Mas Sumatri saat bertemu Tim Advokasi Pengendalian Rokok Provinsi Bali yang dipimpin Ketut Suarjana di Kantornya, Rabu (8/8/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan Kota Layak Anak.

Mas Sumatri berkomitmen meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan segera membuat regulasi Peraturan Bupati (Perbup) yang melarang atau meniadakan iklan rokok luar ruang.

Penegasan Bupati Mas Sumatri disampaikan saat bertemu Tim Advokasi Pengendalian Rokok Provinsi Bali yang dipimpin Ketut Suarjana di Kantornya, Rabu (8/8/2018).

Baca: 20 Tim Medis RSUP Sanglah Tembus Desa Sanaru yang Terisolir di Lombok Utara

Baca: Memaknai Gempa Bumi Berdasar Lontar Palelindon, Mulai dari Kepemimpinan Hingga Introspeksi Diri

Baca: Cerita Nyoman Karna Bersama 100 KK Lainnya Harus Jalan Kaki 5 Km untuk Hindari Gempa dan Tsunami

Dalam kesempatan itu, Suarjana menyampaikan, implementasi Perda KTR No 10 Tahun 2011 sudah berjalan baik di seluruh kabupaten dan kota di Bali.

Hanya saja, salah satu yang menjadi keprihatinan termasuk di Kabupaten Karangasem adalah perilaku merokok di kalangan remaja. Yang menjadi perhatiannya karena ini menyangkut perilaku merokok di kalangan remaja yang dipengaruhi oleh iklan rokok.

Pihaknya melihat masih banyak iklan rokok luar ruang seperti billboard yang masih banyak ditemukan di kabupaten berjuluk bumi lahar itu.

Untuk itu, bersama CTLCH Universitas Udayana menginisiasi ke kabupaten dan kota di Bali dalam mendorong pelarangan atau peniadaan iklan rokok di luar ruang

Dicontohkan, Kota Denpasar misalnya, telah melakukan moratorium iklan rokok luar ruang sehingga tidak boleh lagi ada iklan rokok di media luar ruang.

Demikian juga di Kabupaten Klungkung telah meniadakan iklan rokok di luar ruang sehingga menjadi satu-satunya kabupaten di Bali yang meraih Kota Layak Anak.

"Hal ini dirasa penting, karena iklan menjadi salah satu penyebab perilaku remaja mulai merokok," tegas Suarjaya.

Berdasar penelitian, perilaku rokok remaja dipengaruhi oleh iklan media seperti televisi dan billboard atau luar ruang.

Halaman
123
Editor: Rizki Laelani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help