Home »

Bali

Serba Serbi

Tata Cara Menanam Ari-ari Bayi Sesuai Jenis Kelamin Menurut Kepercayaan Orang Bali

Selanjutnya dimasukkan ke dalam tempurung kelapa utuh dengan dagingnya lalu dibungkus dengan kain putih.

Tata Cara Menanam Ari-ari Bayi Sesuai Jenis Kelamin Menurut Kepercayaan Orang Bali
Net
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Dalam kepercayaan masyarakat Bali, setelah seorang bayi lahir, maka ari-ari bayi tersebut dikubur di pekarangan rumah.

Sebagaimana dikutip dari Lontar Usada Tatenger Beling yang dialihbahasakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Tingkat I Bali tahun 1982 disebutkan bahwa setelah bayi lahir, ari-ari harus ditanam di pekarangan atau halaman depan rumah.

Sebelum ditanam, terlebih dahulu dicuci dengan air bersih dan air kumkuman.

Selanjutnya dimasukkan ke dalam tempurung kelapa utuh dengan dagingnya lalu dibungkus dengan kain putih.

Untuk penanaman ari-arinya disesuaikan dengan jenis kelamin sang bayi.

1. Untuk bayi laki-laki.

Ari-arinya ditanam di halaman depan sebelah kanan gerbang rumah (pintu keluar rumah).

Yang menanam haruslah seorang laki-laki baik ayahnya sendiri maupun orang lain.

Selanjutnya diberi kwangen serta diisi tulisan Bali Ong, Ong, ang, ang sebanyak tiga baris pada sehelai daun lontar.

Doanya yaitu, "Ih Ibu Pertiwi, aku Sang Hyang Akasa, empu raren ingsun, eda maha anglara, poma"

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help