Tuntutan Jaksa Dinilai Terlalu Tinggi, Putu Arick Mohon Keringanan Hukuman Terkait Kasus Narkotik

Dody Arta Kariawan menilai tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap kliennya terlalu tinggi

Tuntutan Jaksa Dinilai Terlalu Tinggi, Putu Arick Mohon Keringanan Hukuman Terkait Kasus Narkotik
Tribun Bali/Putu Candra
Putu Arick usai menjalani sidang di PN Denpasar, Rabu (8/8/2018). Ia dituntut 5 tahun penjara terkiat kasus tindak pidana narkotik. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dody Arta Kariawan menilai tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap kliennya, yakni Putu Arick Hendrawan (28), tinggi.

Selain itu dikatakan Dody, klien yang duduk sebagai terdakwa dalam kasus tindak pidana narkotik telah mengakui dan menyesali perbuatannya.

Demikian disampaikan Dody selaku penasehat hukum terdakwa, melalui pembelaan (pledoi) lisan di persidangan Pengadilan Negeri Denpasar, Rabu (8/8/2018).

Sebelumnnya, Jaksa Ni Wayan Erawati Susina menuntut Putu Arick dengan pidana penjara selama lima tahun.

Putu Arick dinilai terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkotik.

"Terima kasih Yang Mulia. Kami sepakat dengan pasal pada tuntutan jaksa. Namun menurut kami, tuntutan jaksa terlalu tinggi. Terdakwa sudah mengakui perbuatannya dan menyesal. Untuk itu kami mohon majelis hakim menjatuhkan pidana seringan-ringannya," pinta Dody kepada majelis hakim IGN Putra Atmaja.

Menanggapi pembelaan lisan yang diajukan terdakwa melalui penasehat hukumnya, Jaksa Ni Wayan Erawati menegaskan, tetap pada tuntutan yang diajukan.

Usai saling menanggapi, majelis hakim kemudian menunda persidangan.

Sidang akan kembali dilanjutkan pekan depan, mengagendakan pembacaan amar putusan.

Sementara itu, dalam surat tuntutan, Jaksa Ni Wayan Erawati menyatakan, terdakwa Putu Arick terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkotik.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help