Brendon Mengaku Gunakan Kokain untuk Obat Sakit Kepala dan Stres

Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar meringkus Seorang WN Australia, Brendon Luke Johnsson (43) karena memakai dan menjual kokain

Brendon Mengaku Gunakan Kokain untuk Obat Sakit Kepala dan Stres
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Kapolresta Denpasar Kombespol Hadi Purnomo saat menggelar rilis di Mako Polresta Denpasar, dengan menujukkan barang bukti dan tersangka. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar meringkus Seorang WN Australia, Brendon Luke Johnsson (43).

Brendon ditangkap karena memakai dan menjual kokain seberat 14,04 gram.

Brendon mengaku sebagai pengguna kokain sejak lima tahun lalu.

"Saya gunakan karena sakit pusing dan stres," ucap Brendon kepada awak media, Kamis (9/8/2018).

Brendon mengaku, ia bukan seorang pengedar hanya pemakai.

Brendon berkelit bahwa 14,04 gram kokain itu semuanya adalah untuk stok karena sakitnya.

"Semuanya saya buat stok. Saya bukan pengedar," kelitnya.

Sementara itu, Kapolresta Denpasar Kombespol Hadi Purnomo menyatakan, Brendon memiliki pekerjaan sebagai desainer.

Ia memakai dan mengembangkan dengan menjual kokain.

Hingga saat ini Brendon mengaku bahwa barang bukti yang disita itu berasal dari orang yang bernama Made.

Namun, Made ini belum diketahui dari siapa.

"Brendon ini merupakan pengedar. Pengakuannya baru beberapa kali menggunakan. Dan sementara ini baru itu yang dia jual kepada wisatawan asing juga," ungkap Hadi.

Hadi mengurai, bahwa kokain dibeli Rp 40 juta dari seseorang bernama Made.

Kemudian dijual lagi per 1 gramnya Rp 2,8 juta.

Jadi total barang bukti yakni 14,6 gram.

"Dibeli dari seseorang bernama Made Rp 40 juta. Konsumennya orang bule. Dan membantu Bena untuk menjualkan," bebernya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved