Tanaman Stroberi Diserang Hama Penyakit dan Cuaca Buruk, Komang Ari Gagal Panen

Sejak dua bulan lalu buah yang dihasilkan tidak maksimal karena cuaca buruk (hujan dan kabut)

Tanaman Stroberi Diserang Hama Penyakit dan Cuaca Buruk, Komang Ari Gagal Panen
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Seorang petani tampak sedang menunjukan buah stroberi yang mengalami gagal panen di Banjar Candikuning, Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan, Rabu (8/8/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Seorang petani tampak menggarap lahan yang ditanami pohon buah stroberi di Banjar Candikuning, Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan, Rabu (8/8/2018).

Satu per satu tanaman stroberi tersebut dibersihkan agar menghasilkan buah yang maksimal.

Sejak dua bulan lalu buah yang dihasilkan tidak maksimal karena cuaca buruk (hujan dan kabut), bahkan sempat mengalami gagal panen akibat terpapar abu vulkanik.

Menurut pantauan, lahan seluas 8 are ini seluruhnya ditanami buah stroberi.

Namun sayangnya, buah stroberi tampak belum maksimal lantaran cuaca buruk serta terserang hama penyakit.

Bahkan sebagaian tanaman kering berwarna kecokelatan (terbakar) akibat terpapar abu vulkanik.

Seorang petani, Komang Ari mengungkapkan, belum bisa panen stroberi lantaran buahnya sebagian besar membusuk akibat cuaca yang buruk.

Ketika turun hujan dan kemudian diselimuti kabut, buah stroberi kadang membusuk.

“Sekarang sudah masa panen tapi belum bisa panen karena buahnya tidak ada, lebih banyak busuk,” ujar komang saat ditemui Tribun Bali.

Menurutnya, selain dipengaruhi faktor cuaca, buah stroberi tidak berbuah maksimal lantaran terserang hama penyakit.

Sehingga menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi tidak optimal.

Selain itu, ladang miiknya juga sempat terpapar abu vulanik hingga mengakibatkan 3 are lahan stroberinya mengalami gagal panen, karena seluruh tanamannya mati dengan kondisi mengering dan hangus hingga berwarna cokelat kehitaman.

“Sempat terkena abu vulkanik beberapa waktu lalu sampai tanamam saya mati semua, puun (terbakar),” jelasnya.

Dia menuturkan, jika tidak mengalami serangan hama dan cuaca buruk bisa memanen stroberi setiap satu bulan sekali, dengan masa tanaman hingga 5 tahun kedepan dan harga jual sekitar Rp 70 ribu perkilogram.

“Biasanya bisa panen satu kali sebulan dengan jangka waktu tanaman hidup selama 5 tahun. Tapi sekarang belum bisa panen, mungkin bulan November mendatang bisa kembali panen,” ujarnya.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help