Liputan Khusus

Fusarium Serang Lahan Pertanian Bali, Para Petani ‘Menangis’ Melihat Tanamannya Rusak

Tanaman cabainya di kebun seluas 35 are kering dan mati perlahan sejak enam bulan terakhir

Fusarium Serang Lahan Pertanian Bali, Para Petani ‘Menangis’ Melihat Tanamannya Rusak
Tribun Bali / I Wayan Erwin Widyaswara
Petani dan penampakan tanaman cabai rusak di subak Buluh Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, beberapa hari lalu 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Seikat tanaman cabai penyakitan yang ditunjukkan I Nyoman Parta kepada Gubernur Bali dalam rapat DPRD Bali pada 23 Juli lalu, akhirnya menguak kenyataan pahit tentang kondisi tanah pertanian di Bali.

Saat itu, di depan Gubernur Made Mangku Pastika, Parta memperlihatkan tanaman cabai yang rusak, sehingga gagal panen yang menyebabkan para petani cabai rugi jutaan.

Tanaman cabai rusak yang dibawa Parta adalah kasus yang terjadi di daerah Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

"Selama 18 tahun saya jadi petani cabai, baru sekarang mengalami hal seperti ini. Setiap menanam selalu mati. Bingung saya harus gimana sekarang," ucap Made Arti, warga Banjar Buluh, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, kepada Tribun Bali.

Saat ditemui Tribun Bali pada Rabu (1/8/2018) siang itu di tengah hamparan sawah Subak Buluh, Made Arti tengah duduk memandangi dengan sedih kebun cabai miliknya.

Tanaman cabainya di kebun seluas 35 are kering dan mati perlahan sejak enam bulan terakhir.

Kini tanaman cabai yang masih tumbuh di kebun milik perempuan berusia 47 tahun pun tersisa sejumlah hitungan jari. 

Dari sekitar 10 hektare perkebunan cabai dan padi Subak Buluh yang terletak di Banjar Buluh, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar itu, kebun milik Made Arti yang paling banyak diserang penyakit.

Nyaris seluruh tanaman cabai di kebunnya sudah tidak ada lagi yang hidup.

Pantauan Tribun Bali di Subak Buluh, di setiap petak kebun yang ditanami cabai,  ada saja beberapa batang cabai yang mati.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help