Berita Banyuwangi

Pasar Tradisional akan Ditata Dijadikan Sentra Ekonomi Baru

Seiring tumbuhnya pariwisata daerah, Banyuwangi melakukan penataan dan optimalisasi pengelolaan pasar tradisional untuk menjadi sentra ekonomi baru

Pasar Tradisional akan Ditata Dijadikan Sentra Ekonomi Baru
Surya/Istimewa
Bupati Anas saat menyampaikan arahan kepada para pejabat struktural Pemkab Banyuwangi, Kamis (9/8/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Seiring tumbuhnya pariwisata daerah, Banyuwangi melakukan penataan dan optimalisasi pengelolaan pasar tradisional untuk menjadi sentra ekonomi baru.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, pasar merupakan tempat transaksi tradisional yang tak lekang oleh jaman. 

Tidak hanya menjadi tempat transaksi tapi juga tempat bertemunya orang dan tumbuhnya budaya.

Pasar memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sentra ekonomi yang potensial

“Perkembangan pariwisata Banyuwangi terus maju, kami ingin warga mendapatkan dampak dari perkembangan pariwisata tersebut. Kami memilih tidak mendirikan mal atau pusat perbelanjaan baru, tapi memperkuat pasar tradisional untuk memberi ruang pada rakyat lebih berdaya,” kata Bupati Anas saat menyampaikan arahan kepada para pejabat struktural Pemkab Banyuwangi, Kamis (9/8/2018).

Pasar tradisional, kata Anas akan ditata dan dikelola secara optimal baik yang ada di kota maupun desa-desa, khususnya di wilayah yang menjadi tujuan wisata.

Yakni dengan menata kerapihan dan kebersihannya, juga fungsi pasar ditambah tidak hanya untuk berjualan konvensional.

Pasar juga akan dikembangkan jadi sentra oleh-oleh, kuliner, dan minuman khas lokal.

“Selama ini pasar hanya buka pada pagi hari. Tapi malam harinya tutup padahal lokasi pasar selalu di tempat-tempat strategis. Ini yang akan kita optimalkan. Misalnya nanti di malam hari disewakan pada anak-anak muda supaya bisa buka kafe tapi tidak perlu mengeluarkan biaya sewa yang mahal,” kata Anas.

"Jadi bisa berfungsi ganda seperti pasar-pasar tradisional di Thailand. Selain untuk berbelanja warga, pasar di Thailand juga didesain menjadi tempat yang menarik untuk didatangi turis," imbuh Anas.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Anas meminta kepada jajarannya, untuk saling bersinergi.

Tdak hanya menjadi tugas dari Kepala Disperindag yang baru saja dilantik, namun juga perangkat daerah lain yang berkaitan seperti Dinas Pariwisata, Satpol PP, Badan Pendapatan Umum, dan lainnya.

“Kerja kita adalah kerja tim, semuanya saling mendukung untuk keberhasilan program,” pinta Anas. (Haorrahman)

Editor: Irma Budiarti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help