Aku Bukan Penyair Juga Bukan Penyihir, Kata Gubernur Bali

Aku Bukan Penyair, Juga Bukan Penyihir, Tapi Aku Hanyut Oleh Syair, kata Pastika.

Aku Bukan Penyair Juga Bukan Penyihir, Kata Gubernur Bali
Istimewa
Gubernur Bali Made Mangku Pastika tampil membacakan puisi karyanya sendiri pada acara Malam Apresiasi Sastra Dalam Rangka Perayaan HUT Provinsi Bali ke 60 di Taman Budaya, Art Center, Denpasar, Bali, Kamis (9/8/2018) malam. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Ny Ayu Pastika menghadiri Malam Apresiasi Sastra Dalam Rangka Perayaan HUT Provinsi Bali ke 60 di Taman Budaya, Art Center, Denpasar, Bali, Kamis (9/8/2018) malam.

Gubernur Pastika membuka acara dengan membaca puisi ciptaannya yang berjudul “Perjalanan”.

“Aku Bukan Penyair, Juga Bukan Penyihir, Tapi Aku Hanyut Oleh Syair,” kata Pastika mengawali pembacaan puisinya.

Dalam puisi berjudul ‘Perjalanan’, Gubernur Pastika merefleksikan perasaan seseorang yang telah melewati perjalanan panjang yang berliku demi menggapai cita-cita Bali yang Maju, Aman Damai dan Sejahtera.

Menurut Pastika, puisi ini dibuatnya spontan sebelum acara.

Seusai acara, Gubernur Pastika mengajak masyarakat Bali untuk kembali mencintai sastra.

“Karena dengan memahami sastra kita memahami hidup,” kata Pastika.

Menurutnya, dalam puisi semua kata memiliki makna, roh dan semangat sehingga melalui media tersebut kita bisa memahami jatidiri mengapa kita menjalani kehidupan.

Selain Gubernur Pastika, tampil pula beberapa seniman sastra.

Salah satunya Ny Putri Suastini Koster yang membacakan puisi karya Yudhistira Massardi yang berjudul Agustus.

Selain itu beberapa karya puisi istri Gubernur Bali Terpilih 2018-2023 ini juga dibacakan oleh beberapa tokoh seperti Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, termasuk Gubernur Bali terpilih Wayan Koster.

Tampil pula beberapa seniman Bali seperti Abu Bakar, Umbu Landu Paranggi, Bawa Samargantang, Mas Ruscitadewi, Warih Wisatsana, Made Adnyana Ole, Wayan Jengki dan mantan Kepala Sekolah SMK Bali Mandara IB Pawanasuta.

Tampil pula beberapa seniman muda seperti Sukma Uma, Gek Ocha, Pande Jati, Putu Ira Karisma dan beberapa seniman lainnya.

Ny Putri Suastini Koster memberi apresiasi panggung seni modern yang dibuat Gubernur Bali Made Mangku Pastika melalui event Bali Mandara Mahalango.

Ia berharap ke depan wahana Bali Mandara Mahalango ini bisa dimanfaatkan untuk menghidupkan seni sastra, salah satunya melalui pembacaan puisi. (*)

Penulis: Kander Turnip
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved