Berita Banyuwangi

Bersama Citilink dan Traveloka, Banyuwangi Matangkan Rencana Penerbangan Internasional

Pemkab Banyuwangi mematangkan rencana penerbangan internasional, yang dijadwalkan akan mulai digeber, Oktober mendatang

Bersama Citilink dan Traveloka, Banyuwangi Matangkan Rencana Penerbangan Internasional
Surya/Istimewa
Rapat koordinasi Pemkab Banyuwangi bersama Citilink, mematangkan penerbangan internasional. 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi mematangkan rencana penerbangan internasional, yang dijadwalkan akan mulai digeber, Oktober mendatang.

Tim dari Banyuwangi pergi ke Jakarta, 9-10 Agustus, melakukan koordinasi dengan pihak-pihak ‎terkait untuk mematangkan penerbangan internasional ini.

Tim Banyuwangi berkoordinasi dengan maskapai penerbangan, seperti Citilink dan maskapai lainnya, serta perusahaan penyedia akomodasi dan atraksi pariwisata berbasis dalam jaringan (online),Traveloka.

"Kami berkoordinasi ‎untuk mematangkan rencana penerbangan internasional. Kami berharap bisa segera terealisasi," kata Ali Ruchi, Sekretaris Dinas Perhubungan Banyuwangi, usai pertemuan dengan direksi maskapai Citilink, Jumat (10/8/2018).

Menurut Ali, sebelum ke Citilink, sehari sebelumnya juga koordinasi dengan Traveloka, salah satu agendanya untuk menyiapkan paket wisata menjelang penerbangan internasional.

‎Direktur Niaga PT Citilink Indonesia, Andy Adrian Febriyanto mengatakan, pihaknya tertarik membuka rute penerbangan internasional ke Kuala Lumpur, Malaysia.

Andy berharap paling cepat pada Oktober mendatang, penerbangan internasional ini bisa direalisasikan.

Menurut Andy, perkembangan rencana penerbangan internasional ini, pihaknya telah mengajukan surat ke Angkasa Pura II selaku pengelola Banyuwangi'>Bandara Banyuwangi, serta pihak pengelola bandara Kuala Lumpur.

"Kami telah berkoordinasi dengan pihak pengelola bandara Kuala Lumpur," kata Andy.

Andy menilai, Banyuwangi tepat untuk dipasarkan karena karakteristik pariwisatanya diminati wisatawan asal negeri jiran tersebut, mulai kultur, destinasi wisata alam, karakter warganya, hingga kulinernya tidak berbeda jauh.

"Saat ini tren wisatawan Malaysia mencari adventure tourism, seperti mendaki gunung dan menyusuri taman nasional. Itu semua dimiliki Banyuwangi," jelas Andy.

Kedekatan dengan Bali juga menjadi poin tersendiri, karena seusai berwisata di Banyuwangi, turis bisa melancong ke Bali.

Namun menurut Andy, pihaknya masih menunggu kepastian kapan status Banyuwangi'>Bandara Banyuwangi berubah dari bandara domestik menjadi bandara internasional, yang saat ini dalam proses.

Penerbangan ke Malaysia, menurut Andy, akan menggunakan pesawat Airbus A-320 dengan 180 seat. (haorrahman)

Editor: Irma Budiarti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help