Bu Guru Histeris Tabrak Siswi Kesayangannya, Nyawa Putu Vera Desianti Tak Tertolong Saat Tiba di RS

Suasana duka sangat terasa di depan UGD RSUD Klungkung, Kamis (9/8) pagi.

Bu Guru Histeris Tabrak Siswi Kesayangannya, Nyawa Putu Vera Desianti Tak Tertolong Saat Tiba di RS
Tribun Bali/Eka Mita Suputra/ist
Kerabat korban laka, Vera Desianti, histeris ketika berada di RSUD Klungkung, Kamis (9/8/2018). 

Kasat Lalu Lintas Polres Klungkung AKP Taufan Rizaldi menjelaskan, kejadian naas tersebut terjadi Kamis sekitar pukul 09.10 Wita di Jalan Raya Gunaksa, tepatnya di Pertigaan Jalan Sawo Kabeh, Desa Gunaksa.

Saat kejadian, Vera Desianti berboncengan bersama dengan rekannya, Ni Kadek Aris Swati (18), asal Dusun Dlod Buug, Desa Dawan Klod, menggunakan sepeda motor Honda Beat Nopol DK  6830 MQ.

Sebelum kejadian, Vera Desianti pamit ke orangtuanya untuk mengurus surat keterangan sehat ke Puskesmas Dawan II, diantar oleh temannya, Kadek Aris Swati.

"Vera Desianti dibonceng oleh rekannya, Aris Swati. Mereka datang dari arah utara (Desa Dawan Kelod) menuju ke selatan. Saat tiba di TKP, pengendara hendak berbelok ke arah barat (menuju Desa Gunaksa)," jelas Taufan Rizaldi

Di saat bersamaan, mobil Suzuki Ertiga nopol DK 1083 LS yang dikendarai Sulasmi, asal Desa Kusamba, datang dari arah timur (Desa Kusamba), menuju ke arah timur (Gunaksa) dan akan berbelok ke arah utara (Desa Dawan).

"Ketika itu pengendara mobil, Sulasmi hendak ke sekolahnya mengajar di SMP N 1 Dawan," ungkap Taufan.

Namun ketika di pertigaan, pengendara Honda Beat Nopol DK  6830 MQ, tidak ada upaya berhenti untuk memberikan hak utama kepada pengemudi mobil Suzuki Ertiga, Sulasmi, yang datang dari jalan utama sehingga bersamaan bergerak dan terjadi tabrakan di tengah pertigaan.

"Berdasarkan hasil olah TKP, korban tertabrak hingga terpental. Lehernya dan tubuhnya terbentur di pondasi trotoar. Sementara, pengendara sepeda motor sempat tertimpa sepeda motornya sendiri," ungkap Taufan.

Vera yang sudah tidak sadarkan diri, lalu dilarikan ke UGD RSUD Klungkung. Namun sayang, korban ketika sampai di rumah sakit sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Sementara rekannya, Aris Swati, selamat. Ia mengalami luka bengkak pada betis kaki kiri, memar pada punggung, dan bengkak pada ibu jari kaki kiri. Namun ia tampak sangat syok.

Halaman
123
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved