Cerita Pelajar SMPN 3 Denpasar Ubah Daun Ketapang Jadi Sumber Listrik, Pulang dari Korsel Bawa Emas

super kapasitor dari sampah daun tanaman ketapang. Kapasitor ini bisa memiliki daya penyimpanan lebih besar dan sistem charging-nya lebih cepat.

Cerita Pelajar SMPN 3 Denpasar Ubah Daun Ketapang Jadi Sumber Listrik, Pulang dari Korsel Bawa Emas
istimewa
Tim Denpasar yang terdiri dari 10 tim sedang melakukan foto bersama seusai berkompetisi di WICO Korea Selatan, (2-4/8/2018) lalu 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Galuh dan teman-temannya kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional.

Kali ini, ia bersama lima anggota timnya, yakni I Gusti Gede Agung Aditya Adnyana Putra, I Ketut Cahaya Tirta Dharma Putra, Sang Ayu Rania Callista Astarina, I Made Dioladiva Satya Wedanta, dan Ketut Desta Pradnyaswari berhasil membawa pulang Medali Perak dalam World Invention Creativity Olympic (WICO) di Korea Selatan yang berlangsung dari sejak
(2-4/8/2018).

Mereka membuat super kapasitor dari sampah daun tanaman ketapang. Kapasitor ini bisa memiliki daya penyimpanan lebih besar dan sistem charging-nya lebih cepat.

“Jadi kan di Indonesia banyak daun ketapang yang kandungannya bisa diubah menjadi carbon,” ujar Agung.

Galuh menjelaskan proses mengubah sampah tanaman daun ketapang menjadi karbon adalah dengan membakarnya di oven dengan suhu 250°C selama tiga jam.

Baca: Jadwal-LIVE STREAMING Final Piala AFF U-16, Indonesia VS Thaildand, Menanti Siasat Fakhri Husaini

Baca: Pengantin Baru Ini Seakan Tenggelam, Namun Ini Jawabannya Bila Bali United Memanggil

Setelah itu, dilakukan penyaringan lalu karbon diaktifkan dengan cara dicampur dengan aktivator kemudian didiamkan selama 24 jam.

Setelah itu dibakar lagi dengan suhu 250° C selama tiga jam.

“Aktivasi ini berfungsi untuk memperluas permukaan pori-pori karbon. Nah, karbonnya itu sudah siap dijadikan aktif karbon di dalam baterai,” tambah Galuh yang bernama lengkap Ni Made Galuh Cakrawati Dharma Wijaya ini.

Selain super kapasitor yang mendapatkan perak, Galuh bersama tim lain yang terdiri atas tiga siswa SMPN 3 Denpasar, satu siswa SMAN 4 Denpasar, Sang Made Arjuna Adiwangsa, dan mahasiswa Universitas Hangtuah, Sang Ayu Prischa Astarina, berhasil membawa pulang Medali Emas pada ajang yang sama dengan riset Bio Isolator dari sampah tanaman daun ketapang, jerami padi, dan cangkang telur.

Bio isolator atau penyekat listrik merupakan alat yang dibuat untuk mencegah terjadinya kebocoran arus listrik atau untuk mencegah loncatan listrik dar sistem ke lingkungan.

Halaman
12
Penulis: Ida Ayu Suryantini Putri
Editor: Rizki Laelani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help