Kadispar Badung Imbau Tidak Lakukan Foto Prewedding di Tebing

Mengambil angle foto yang menantang agar terlihat bagus, mereka justru kerap kali melupakan keselamatan diri

Kadispar Badung Imbau Tidak Lakukan Foto Prewedding di Tebing
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah wisatawan melakukan foto prewedding di tebing Pantai Balangan, Jimbaran, Jumat (10/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Bali terkenal akan tempat wisata alam yang memukau dengan pemandangannya.

Banyak negara atau wisatawan mengabadikan indahnya alam dengan berfoto atau berselfie.

Salah satunya kegiatan foto prewedding yang dilakukan oleh wisatawan dengan memilih angle foto yang bagus tapi  menantang.

Sayangnya, dengan mengambil angle foto yang menantang agar terlihat bagus, mereka kerap kali melupakan keselamatan diri.

Kepala Dinas Pariwisata Badung, I Made Badra menjelaskan, aktivitas prewedding di area tebing sangat berbahaya, sebagai contoh di Pantai Balangan yang sudah memakan korban.

Pihaknya sudah mengimbau kepada semua pihak di berbagai tempat wisata di Bali, serta pelaku kegiatan prewedding untuk mementingkan kesalamatan diri.

"Kami sudah membicarakan kesepakatan bersama pihak Wedding Association, untuk wedding spot sekarang tidak lagi di tebing-tebing, dan sekarang sudah disiapkan ke area terbuka saja. Tujuan ini demi kesalamatan mereka," ujarnya.

Tidak hanya di Pantai Balangan, tempat wisata waterblow juga perlu ada keamanan ketika wisatawan melakukan kegiatan foto prewedding.

"Yang baru-baru kemarin, gelombang tinggi di area waterblow, itu sangat bahaya. Banyak wisatawan yang bandel mau foto, makanya ditutup, dengan tujuan menghindari hal-hal yang tidak diingkan," ungkapnya.

Ia menambahkan, berbagai negara mulai dari Korea, India, dan Australia mulai ramai melakukan kegiatan foto prewedding di Bali.

Semakin maraknya kegiatan foto prewedding ini, tentu tetap harus mementingkan kesalamatan.

"Memang sekarang banyak negara yang melakukan kegiatan foto prewedding di Bali, namun kami sudah menyarankan agar jangan terlalu mencari atau mengabadikan foto mereka dengan suasana yang berbahaya. Memang foto terlihat bagus tapi kalau lupa dengan keselamatan gimana itu," jelasnya.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help