Kisah Kunjungan Soekarno ke Jepang Dianggap Tak Resmi, 20 Anggota Yakuza Jadi Bodyguard Dadakan

Salah satu kisah yang paling menarik adalah ketika presiden Soekarno pergi ke Jepang pada tahun 1958 silam.

Kisah Kunjungan Soekarno ke Jepang Dianggap Tak Resmi, 20 Anggota Yakuza Jadi Bodyguard Dadakan
Istimewa/via rosodaras.wordpress
Soekarno berpidato 

TRIBUN-BALI.COM - Jasmerah! Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah. Demikianlah ucapan berapi-api Soekarno dalam pidato terakhirnya pada Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus tahun 1966. 

Jejak langkah perjuangan Soekarno dalam era revolusi hingga kemerdekaan RI memang tak pernah lekang dimakan zaman. 

Kisah-kisah Presiden Soekarno selalu menarik untuk dibahas. Baik itu kisah di dalam negeri maupun di luar negeri.

Salah satu kisah yang paling menarik adalah ketika presiden Soekarno pergi ke Jepang pada tahun 1958 silam.

Perjalanan presiden Soekarno ke Jepang saat itu dianggap tidak resmi oleh kepolisian Tokyo.

 
Padahal, sudah selayaknya kunjungan pemimpin negara harus dikawal dan dijaga dengan ketat oleh aparat keamanan setempat.

Beredar pula rumor bahwa kelompok anti-Soekarno diam-diam masuk Jepang dan berencana membunuhnya

Baca: Borong 11 Jet Tempur Sukhoi 35 dari Rusia, Indonesia Dapat Ancaman dari Amerika
 

Baca: Bu Guru Histeris Tabrak Siswi Kesayangannya, Nyawa Putu Vera Desianti Tak Tertolong Saat Tiba di RS
 

Konsul Indonesia yang berada di Tokyo saat itu, Iskandar Ishak, kewalahan mencari pengawalan untuk Soekarno.

Halaman
1234
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help