RSUP Sanglah Fokus Beri Trauma Healing Bagi Pasien Pasca Gempa

Fenomena pergeseran lempeng bumi alias gempa yang mengguncang wilayah Lombok dan Bali membawa efek trauma bagi masyarakat

RSUP Sanglah Fokus Beri Trauma Healing Bagi Pasien Pasca Gempa
Tribun Bali/M Ulul Azmy
Pasien dirawat di gedung bertingkat di RSUP Sanglah kembali dievakuasi ke luar ruangan pasca gempa 6,2 SR, Kamis (9/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, M Ulul Azmy

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Fenomena pergeseran lempeng bumi alias gempa yang mengguncang wilayah Lombok dan Bali membawa efek trauma bagi masyarakat.

Sebagaimana dialami para pasien yang sedang menjalani perawatan di RSUP Sanglah.

Direktur Medis dan Keperawatan RSUP Sanglah, Dr. dr. I Ketut Sudartana menyampaikan, sejumlah pasien mengalami efek trauma akibat gempa.

Terbaru, gempa susulan berkekuatan 6,2 SR kembali terasa sampai di Denpasar Bali, Kamis (9/8/2018) siang, sekira pukul 13.25 WITA.

Akibatnya, sebanyak 62 pasien yang menjalani rawat inap di gedung bertingkat RSUP Sanglah kembali dievakusi ke luar gedung.

Setelah situasi dianggap kondusif, pihaknya berencana mengembalikan mereka ke ruangan semula.

Namun, beberapa pasien menolak untuk kembali lantaran trauma.

Sebab itu, pihaknya memutuskan untuk memindahkan mereka ke ruang lain yakni di ruang eks Cempaka, yang selama ini difungsikan sebagai ruang cadangan.

"Di sini bisa nampung sampai 60 orang. Beberapa ada yang bertahan di ruangan, yang tidak mau kami tempatkan beberapa di sal Anggrek dan Kamboja," terangnya kepada awak media pasca situasi kondusif, Kamis (9/8/2018).

Halaman
12
Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help