Gempa Lombok

Sebelum Gempa 7,0 SR, Jero Mangku Pura Penataran Agung Rinjani Sebut Mloka Telah Beri 'Sinyal'

Jero Mangku Pura Penataran Agung Rinjani, Nir Arta bersyukur karena selamat dari gempa beberapa hari lalu

Sebelum Gempa 7,0 SR, Jero Mangku Pura Penataran Agung Rinjani Sebut Mloka Telah Beri 'Sinyal'
Tribun Bali/Busrah Ardans
Jero Mangku Nir Arta menunjukkan rumah dan Pura Agung Penataran Rinjani yang rusak parah. 

TRIBUN-BALI.COM, LOMBOK- Jero Mangku Pura Penataran Agung Rinjani, Nir Arta bersyukur karena selamat dari gempa beberapa hari lalu.

Dia bertutur bahwa pada malam nahas itu, dirinya dan keluarga sempat bersepakat untuk tidur di dalam rumah karena beberapa hari sebelumnya tidur di tempat pengungsian.

Selain karena takdir, dirinya selamat karena sempat bercakap dengan istri bahwa mau memasak air untuk esok harinya, sehingga malam itu mereka harus mengambil air di sekitar pura.

Baca: Tak Banyak yang Tau, Ini yang Akan Dilakukan AHY Usai Gagal Jadi Cawapres Prabowo

"Waktu sebelum gempa berpikir mau tidur di dalam. Sudah juga saya bicara sama ibunya anak-anak. Terus malam itu kita mau ambil dulu air satu jeriken karena pagi-pagi sekali mau masak. Pas kita pergi ambil air di belakang pura, gempa besar terjadi. Sehingga rumah-rumah rata dengan tanah," ujarnya.

Dia juga menceritakan kalau saat gempa itu dirinya tidak bisa berdiri dengan sempurna.

"Itu dahsyatnya luar biasa. Sampai saya gak bisa berdiri, itu saking kerasnya guncangan. Sementara ibunya anak-anak bersama cucu di sebelah kelapa gading rumah saya itu, pas mau keluar gak bisa tapi syukurlah karena dia ada di luar," cerita Mangku sambil menggelengkan kepala.

Sementara itu dia juga mengungkapkan kalau terjadinya gempa sudah diprediksikan oleh Mloka Lindur Adat Bayan.

"Memang di sini sudah punya Mloka. Mloka itu orangtua yang sakral dan mereka ditugaskan mengenai gempa. Di sini Mloka ada 44 orang, yang juga akan memusyawarakan perihal gempa tersebut," ungkap dia saat ditemui tribun-bali.com di Dusun Kebaluan, Desa Senaru, Bayan, Lombok Utara, Jumat (10/8/2018).

Baca: Hubungan Roy Kiyoshi dan Robby Purba Dikabarkan Pecah, Beredar Chat: Belum Siap Jadi Public Figure

Prediksi mereka itu tepat, walaupun jam dan kerasnya guncangan gempanya yang tidak diketahui.

"Sebenarnya dari Kepala Suku di Bayan ini yang namanya Mloka mereka itu sudah mengingatkan kita bahwa akan ada gempa. Mereka bilang tolong berhati-hati. Anggaplah memang gempa tidak bisa diprediksi tapi sudah sampai tiga kali kalau mereka bilang itu benar adanya," jelasnya.

"Yang tidak bisa dia prediksi adalah jam berapa dan lebih keras atau tidak. Cuma dia bilang berhati-hati. Karena kita menanggapi beliau itu orang yang sama dari mana dia tahu? Kan kita yang campah. Dan akhirnya betul terjadi." jelasnya.

Apalagi ini kata mereka hari minggu terjadi lagi. Dua hari lagi.

Dari gempa pertama itu sudah dia prediksi kata Jero Mangku.

Baca: 500 Suami di Kota Kecil Ini Doyan Lakukan Hubungan Seks Sejenis, Profesi Mereka Mentereng

Mereka ungkap dia ialah orang yang sama tapi cuma menjadi kepala suku di adat Bayan. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help