Seminar Selamatkan Pasar Tradisional dari Gempuran Pasar Modern

Pesatnya perkembangan pasar modern di Bali, seperti minimarket, supermarket, hingga hypermarket dan mall bak jamur

Seminar Selamatkan Pasar Tradisional dari Gempuran Pasar Modern
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Suasana Seminar Ekonomi Bali dan Minimarket Berjejaringan Nasional di Badung, Jumat (10/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pesatnya perkembangan pasar modern di Bali, seperti minimarket, supermarket, hingga hypermarket dan mall bak jamur di musim penghujan di Pulau Dewata.

Hal ini berbarengan dengan kian terkenalnya Bali sebagai destinasi wisata dunia.

Sehingga iklim investasi yang masuk ke Bali cukup kuat, dan terus bertumbuh.

Namun hal ini berdampak pada kian tergusurnya keberadaan pasar tradisional di Bali, yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi rakyat kelas bawah.

Bahkan pelaku usaha mikro terus tergusur dan hampir menghilang, karena ditinggal pembelinya.

“Persaingan dan industri ritel tradisional dan ritel modern menimbulkan ketimpangan ekonomi dan terpuruknya ritel tradisional,” tegas Made Abdi Negara, Sekretaris Aprindo Bali, dalam seminar Ekonomi Bali dan Minimarket Berjejaringan Nasional, yang dilaksanakan Kadin Bali, Kantor Berita Antara Bali, dan Bank Indonesia, di Badung, Jumat (10/8/2018).

Ia menyebutkan, minimarket baru di Indonesia pada semester I 2018 sebesar 12,2 persen dibanding semester I 2017.

Sementara, sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi adalah sektor konsumsi rumah tangga sebesar 2,76 persen atau hampir setengah dari pertumbuhan ekonomi triwulan II-2018.

“Persaingan pasar dan industri ritel tradisional dengan ritel modern menimbulkan ketimpangan ekonomi dan terpuruknya ritel tradisional,” jelasnya.

Halaman
12
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help