Swiss-Belhotel International Hadirkan WeChat Pay Mudahkan Tamu Tiongkok di Bali

Swiss-Belhotel International sepakat menerima pembayaran pemesanan kamar, makanan dan fasilitas lain menggunakan WeChat Pay.

Swiss-Belhotel International Hadirkan WeChat Pay Mudahkan Tamu Tiongkok di Bali
Istimewa
Penggunaan fitur WeChat Pay diperagakan di lobby Swiss-Belhotel Rainforest Kuta, Badung, Bali, Jumat (10/8/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Swiss-Belhotel International mengumumkan bahwa 5 hotel dari 9 hotel dan resor yang dikelola di Bali akan menghadirkan WeChat Pay, sebuah layanan pembayaran menggunakan telepon genggam yang akan menjadi solusi bagi tamu-tamu dari Tiongkok.

Setelah mengenali perilaku pelancong asal negeri Tiongkok akan kepopuleran transaksi non-tunai di seluruh kota-kota besar di Tiongkok, Swiss-Belhotel International telah sepakat untuk menerima pembayaran untuk pemesanan kamar, makanan dan fasilitas lain yang ada di hotel dan resor dengan menggunakan WeChat Pay.

“Perbedaan bahasa cenderung menjadi tantangan bagi tamu-tamu kami yang berasal dari TIongkok untuk menikmati beragam fasilitas dan pelayanan yang kami miliki di hotel dan resor kami di Bali. Dengan memperkenalkan fasilitas pembayaran WeChat Pay, kami dapat pastikan bahwa tamu-tamu tersebut tidak akan lagi menghadapi kesulitan yang sama saat hendak menikmati layanan kami, khususnya saat melakukan pembayaran," kata Chairman & Presiden Swiss-Belhotel International, Gavin M Faull.

Terhitung mulai 1 Agustus 2018, masing-masing hotel dan resor yang dikelola Swiss-Belhotel International di Bali akan memasang perangkat dan system WeChat Pay serta melatih karyawannya mengenai cara menggunakan alat bertransaksi baru ini.

Hotel-hotel tersebut bekerjasama dengan PT Alto Halodigital International (AHDI), sebuah perusahaan Teknologi Informasi yang berbasis di Indonesia yang menyediakan sistem pembayaran non-tunai yang dikenal dengan Alto QR Pay yang menghubungkan system pengelolaan hotel dan jaringan WeChat Pay.

Menurut kajian ahli-ahli di industri perjalanan dan wisata, kurang dari 5 persen dari keseluruhan jumlah penduduk di Tiongkok yang memiliki kartu kredit sehingga menghadapi kesulitan karena diharuskan membawa uang tunai yang tidak sedikit jumlahnya saat hendak melakukan perjalanan jauh untuk berlibur.

WeChat Pay menawarkan fleksibiltas yang familiar bagi turis Tiongkok, di sisi lain hal ini membuka beragam pilihan liburan lebih banyak dari sebelumnya, khususnya dalam memilih hotel-hotel yang menawarkan solusi pembayaran instan ini.

“WeChat Pay memberi kesempatan kepada turis asal Tiongkok untuk mendapatkan layanan khas Bali yang terbaik yang terwujud lewat Passion & Professionalism di setiap penawaran di property-properti Swiss-Belhotel di pulau ini. Apapun kebutuhannya, baik memilih untuk menikmati makan malam di salah satu restoran kami, atau memesan layanan kamar untuk mencicipi makanan favorit tanpa keluar kamar, bahkan untuk membayar kamar yang dipesan untuk tinggal lebih lama dan menikmati destinasi nomor satu dunia ini. Dengan adanya metode pembayaran yang terpercaya dan sangat dikenal bagi turis Tiongkok ini juga membantu mereka untuk berlibur tanpa harus mencari tempat penukaran uang yang tidak dapat dipercaya dan tidak harus terus menerus terbiasa dengan tur yang dipesan jauh-jauh hari sebelumnya,” kata Mr Faull.

Pilihan metode pembayaran mobile ini dapat digunakan oleh tamu saat menginap di Swiss-Belresort Pecatu, Swiss-Belresort Watu Jimbar, Swiss-Belhotel Tuban, Swiss-Belhotel Rainforest Kuta dan Swiss-Belhotel Segara Nusa Dua.

Setiap hotel akan memberikan petunjuk dan menawarkan fitur mobile payment ini di resepsionis ataupun di meja kasir di restoran.

Tagihan dapat terlihat dalam mata uang Indonesia Rupiah dan tamu dapat melakukan pembayaran secara instan dengan cara memindai telepon genggam ke kode QR yang muncul di perangkat di kasir.

Tamu dapat menemukan perubahan mata uang menjadi RMB usai memindai kode QR saat pembayaran dinyatakan berhasil. (*)

Penulis: Kander Turnip
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help