Waspada, PVMBG: Ini Dampak Likuifaksi Usai Gempa 7,0 SR di Lombok, Sumur Air Bisa Hilang

Manifestasi di permukaan biasanya berupa lumpur pasir yang berbutir halus keluar dari retakan tanah

Waspada, PVMBG: Ini Dampak Likuifaksi Usai Gempa 7,0 SR di Lombok, Sumur Air Bisa Hilang
Istimewa/PVMBG
Fenomena likuifaksi. 

TRIBUN-BALI.COM- Gempa bumi yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat menimbulkan korban ratusan korban jiwa dan bangunan rusak.

Data BNPB merincikan hingga Jumat (10/8/2018) siang (H+5) tercatat 321 orang meninggal dunia, dengan sebaran Kabupaten Lombok Utara 273 orang, Lombok Barat 26 orang, Lombok Timur 11, Kota Mataram 7, Lombok Tengah 2, dan Kota Denpasar 2 orang.

Sebanyak 321 orang meninggal tersebut semuanya sudah diverifikasi.

Baca: Sebelum Gempa 7,0 SR, Jero Mangku Pura Penataran Agung Rinjani Sebut Mloka Telah Beri Sinyal

Pengungsi sebanyak 270.168 jiwa yang tersebar di ribuan titik.

Jumlah pengungsi juga diperkirakan bertambah mengingat belum semua terdata dengan baik.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM merilis selain terkait korban jiwa, gempa bumi Lombok juga telah mengakibatkan kerusakan luar biasa yang disebabkan oleh goncangan yang menimbulkan surface rupture (retakan tanah) dan bahaya ikutan dalam hal ini likuifaksi atau pelulukan tanah.

Fenomena likuifaksi atau pelulukan tanah atau dalam bahasa bahasa Inggris dinamakan soil liquefaction adalah suatu proses yang membuat tanah kehilangan kekuatannya dengan cepat dikarenakan getaran yang diakibatkan oleh gempa bumi kuat pada kondisi tanah berbutir halus dan jenuh air.

Dan adanya zona lemah yang mengakibatkan muncul ke permukaan.

Manifestasi di permukaan biasanya berupa lumpur pasir yang berbutir halus keluar dari retakan tanah.

Kadang kadang sumur air hilang dan berganti pasir.

Halaman
1234
Penulis: Aloisius H Manggol
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help