Home »

Bali

Gempa Bumi Lombok

350 Krama Bali di Dusun Kebaluan Lombok Belum Dapat Bantuan, Diambil Paksa Sebelum Sampai

Dari informasi yang dia terima, beberapa bantuan yang akan diterima malah diambil paksa oleh orang-orang di jalanan.

350 Krama Bali di Dusun Kebaluan Lombok Belum Dapat Bantuan,  Diambil Paksa Sebelum Sampai
Tribun Bali / Busrah Hisyam Ardans
Jro Mangku Nir Arta menunjukkan rumah krama Bali yang hancur diguncang gempa di Dusun Kebaluan, Lombok Utara, Jumat (10/8/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, MATARAM - Pura dan rumah krama Bali di Dusun Kebaluan, Desa Senaru, Bayan, Lombok Utara, luluh lantak oleh guncangan gempa bumi dalam sepekan terakhir.

Namun hingga Jumat (10/8/2018) kemarin, 350 jiwa krama Kebaluan belum mendapatkan bantuan dari instansi pemerintah.   

Hal itu diungkapkan Jro Mangku Pura Penataran Agung Rinjani, Nir Arta, kepada Tribun Bali, kemarin.

Ia mengungkapkan sejauh ini bantuan baru diberikan instansi swasta seperti PT SKS, Astra Motor, serta bantuan dari pribadi-pribadi.

"Belum ada bantuan dari instansi pemerintah. Mungkin juga karena kita rata-rata kena dampak, jadi belum ada bantuan. Baru tadi itu dikasih air dari swasta, setelah dia menelepon apa kebutuhannya. Karena di sini PDAM macet, listrik padam, akhirnya saya suruh bawa air dan beras." ungkap dia.

Ia juga menyebutkan, sejak dari gempa awal pada Minggu (5/8/2018) malam yang berkekuatan 7,0 SR hingga gempa susulan pada Kamis (9/8/2018) siang dengan kekuatan 5,9 SR, krama menggunakan stok pribadi selama mengungsi.

"Dari lima hari kemarin itu kita makan dari stok pribadi kita. Baru sekarang (kemarin, red) ada bantuan beras dan air dari swasta. Nah kebetulan juga stok masyarakat sampai hari ini. Yang penting bisa hidup dulu, makan nasi dengan mie. BNPB, ataupun PMI bantuannya belum sampai ke sini," sebut dia.

Dari informasi yang dia terima, beberapa bantuan yang akan diterima malah diambil paksa oleh orang-orang di jalanan.

"Dari cerita yang tiang dengar kadang-kadang sampai di wilayah Pemenang sudah habis, kita di sudut sini tidak kesampaian. Di samping itu kalau bawaannya banyak diturunkan paksa. Maklumlah sama-sama lapar, mudah-mudahan dari pemerintah bisa diatasi ini. Kalau sampai paksa-paksa seperti itu kan tercela juga," jelas dia berharap.

Ditambahkan, banyak penyumbang tidak sampai ke Dusun Kebaluan karena bantuannya diturunkan paksa di dusun-dusun lainnya.

Halaman
12
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help