Ratusan Sanggah Cucuk dalam Tradisi Ngaro Desa Selumbung Karangasem

Setiap setahun sekali, tepatnya pada Hari Tilem Sasih Karo Desa Selumbung Karangasem melaksanakan tradisi Ngaro

Ratusan Sanggah Cucuk dalam Tradisi Ngaro Desa Selumbung Karangasem
Istimewa
Tradisi Ngaro di Desa Selumbung. Tahun ini tradisi ini digelar pada Sabtu (11/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Setiap setahun sekali, tepatnya pada Hari Tilem Sasih Karo atau bulan kedua menurut perhitungan Bali, Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Karangasem melaksanakan sebuah tradisi yang disebut Tradisi Ngaro.

Pelaksanaan Ngaro pada tahun ini dilaksanakan Sabtu (11/8/2018).

Sekitar pukul 15.00 WITA, kentongan desa berbunyi sebagai pertanda masyarakat desa datang dan berkumpul ke perempatan atau catus pata desa.

Mereka datang dengan membawa sanggah cucuk masing-masing satu per kepala keluarga.

Sanggah cucuk tersebut dihias dengan ambu atau daun aren muda berwarna kuning serta daun andong ataupun puring.

Sesampainya di perempatan desa, sanggah cucuk ditancapkan di pinggir jalan di sepanjang catus pata.

Ratusan sanggah cucuk pun berjajar di pinggir jalan.

Di sanggah cucuk tersebut juga dihaturkan sesajen.

Dalam kesempatan tersebut juga tedun (dihadirkan) sesuhunan Bhatari dari Pura Baleagung.

Nantinya semua masyarakat yang hadir juga melakukan persembahyangan di lokasi Ngaro.

Nengah Darmayasa, salah seorang warga di sana mengatakan, tradisi ini rutin dilaksanakan setiap tahun pada saat sasih Karo.

"Kita berdoa memohon keselamatan dan kerahayuan jagat," katanya.

Usai pelaksanaan Ngaro ini, sanggah cucuk dibawa ke rumah masing-masing dan ditancapkan di pintu kanan pekarangan rumah. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved