Main Skateboard di Blue Bear Ubud Bisa Bayar Pakai Sampah Plastik

Skatepark Blue Bear, di Banjar Kutuh, Desa Sayan, Ubud menjadi taman bermain skateboar, yang menghapus ‘dahaga’, skateboarder di Kabupaten Gianyar.

Main Skateboard di Blue Bear Ubud Bisa Bayar Pakai Sampah Plastik
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Skateboarder dengah menikmati sejumlah spot di Skatepark Blue Bear, Ubud, Minggu (12/8/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Skatepark Blue Bear, di Banjar Kutuh, Desa Sayan, Ubud menjadi taman bermain skateboar, yang menghapus ‘dahaga’, skateboarder di Kabupaten Gianyar.

Selain menjadi satu-satunya Skatepark di Gianyar, keberadaannya juga tidak menguras ‘kocek’.

Bila biasanya, skateboarder mengeluarkan biaya Rp 30 ribu, agar bisa bermain di Skatepark selama dua jam. Di Blue Bear, Skateboarder hanya cukup membayar memakai 10 unit sampah plastik.

Manajer Skatepark Blue Bear, Rifadli Frayudha, Minggu (12/8/2018) mengatakan, Skatepark Blue Bear didirikan berdasarkan kepedulian pihaknya terhadap skateboarder di Kabupaten Gianyar, dan lingkungan Bali.

Kata dia, jumlah skateboarder di Gianyar relatif banyak. Namun mereka tidak memiliki fasilitas untuk bermain. Kebanyakan dari mereka, biasanya bermain ke luar kota, seperti Denpasar dan Badung.

Selain memberikan ruang untuk Skateboarder di Gianyar, pihaknya juga ingin mengajak mereka berpartisipasi membersihkan alam Bali dari sampah, khususnya sampah platik.

Karena itulah, setiap Skateboarder yang ingin menggunakan fasilitas Blue Bear, bisa membayar menggunakan sampah plastik.

“Jumlah sampah yang dibawa cukup 10 item saja. Kami lebih memprioritaskan sampah plastik, karena ini sampah berbahaya, menjadi penyebab global warming, banjir dan merusak ekosistem. Dan, hampir di banyak tempat di Bali, kita bisa temui sampah plastik yang dibuang sembarangan. Itu sangat merusak citra pariwisata Bali,” ujarnya.

Skatepark ini telah dibuka sejak Juli 2018. Di bulan pertamanya, Blue Bear berhasil mengumpulkan 3.000 buah sampah plastik dari para skateboarder.

“Di bulan pertama, ada 300 orang main di sini, dan tiap orangnya minimal membawa 10 unit sampah. Jadi, selama sebulan kami telah kumpulkan sekitar 3.000 unit sampah plastik. Semoga apa yang kami lakukan, menjadi motivasi pemilik Skatepark lainnya, baik di Bali maupun Indonesia,” ujar Yudha, sapaannya.

Kata Yuda, Blue Bear juga menggelar program skateschool. Dimana sebagian besar pesertanya adalah anak-anak di bawah umur.

Pihaknya mengatakan, fasilitas di Blue Bear relatif aman. Sebab konstruksinya dikerjakan oleh De’en Skatepark Co Bali, yang telah berpengalaman di bidang ini sejak tahun 2004. (*)

 
 

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved