Bali Paradise

Meluruskan yang Bengkok dalam Sunda Upasunda Lewat Garapan Sanggar Seni GEOKS

Dalam gelaran Bali Mandara Mahalango V, Sabtu (11/8/2018), ditampilkan Barong Sunda Upasunda dari Sanggar Seni GEOKS

Meluruskan yang Bengkok dalam Sunda Upasunda Lewat Garapan Sanggar Seni GEOKS
Istimewa
Penampilan Barong Sunda Upasunda saat Bali Mandara Mahalango, Sabtu (12/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam gelaran Bali Mandara Mahalango V, Sabtu (11/8/2018), ditampilkan Barong Sunda Upasunda dari Sanggar Seni GEOKS, Gianyar.

“Cerita ini saya pentaskan dengan maksud meluruskan cerita yang selama ini dipentaskan oleh masyarakat yang alurnya salah,” kata I Wayan Dibia selaku pemimpin garapan pertunjukan tersebut.

Ia mengungkapkan, kekeliruan masyarakat terhadap kisah Sunda Upasunda.

“Alur yang sebenarnya bahwa tokoh utamanya, Sunda Upasunda itu digoda bukan saat dia bertapa, tetapi digoda saat dia pesta-pesta,” jelas Dibia.

Sunda Upasunda sendiri merupakan kisah klasik yang terdapat dalam Kitab Mahabharata bagian Adi Parwa.

“Ceritanya memang sudah ada di Adi Parwa, jadi mestinya itu yang dibaca sehingga dengan begitu ada referensi yang pasti,” lanjut Dibia.

Sunda dan Upasunda yang kala itu digoda nyatanya sedang mabuk dan berpesta pora.

Bagi Dibia, dari logika saja orang bertapa itu membutuhkan konsentrasi yang tinggi, sehingga konsentrasi itu tidak mudah tergoyahkan karena seorang yang bertapa benar-benar memusatkan pikirannya.

“Orang yang mabuk sangat mudah untuk digoda dan itulah yang sebenarnya terjadi pada Sunda dan Upasuda,” imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help