Seks Oral dan Ciuman Bibir Bisa Jadi Jalan Penularan HIV? Ini Wajib Diperhatikan

Hanya cairan tubuh tertentu saja yang bisa membawa virus, misal air mani, cairan sebelum orgasme, cairan dubur, cairan vagina, dan ASI

Seks Oral dan Ciuman Bibir Bisa Jadi Jalan Penularan HIV? Ini Wajib Diperhatikan
intisari-online.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Belum ada jawaban secara medis terkait penularan HIV dengan cara bercampur liur.

Namun, seks oral yang dilakukan dalam kondisi adanya luka di mulut, tetap harus diwaspadai.

Secara umum, HIV bisa menular lewat perilaku seksual dan penggunaan jarum suntik.

Hanya cairan tubuh tertentu saja yang bisa membawa virus ini, antara lain darah, air mani, cairan sebelum orgasme, cairan dubur, cairan vagina, dan ASI dari orang yang positif HIV.

Untuk bisa menular, maka cairan tersebut harus bersentuhan dengan membran mukosa atau jaringan yang rusak, atau langsung disuntikan ke dalam aliran darah.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG LIVE STREAMING SCTV, Timnas U-23 Indonesia VS Taiwan, Menguji Peran Lilipaly

Baca: LIVE STREAMING SCTV Pukul 20.00 WITA Laga Asian Games Timnas U-23 Indonesia VS Taiwan

Bagaimana resikonya dalam aktivitas seks oral?

Sebagaimana dilansir Centers for Disease Control and Prevention (CDCP.org), seks oral terbagi atas tiga jenis.

Di antaranya menggunakan mulut untuk merangsang alat vital laki-laki, atau yang dilakukan oleh laki-laki untuk merangsang alat vital perempuan, maupun dengan seks oral pada anus.

Kemungkinan orang dengan HIV-negatif terkena HIV dari hubungan seks oral dengan pasangan HIV-positif sangat rendah.

Namun, sulit untuk mengetahui risiko pasti karena banyak orang yang melakukan seks oral ternyata melakukan seks anal atau vaginal.

Halaman
123
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help