Stand Trash Hero dan Bank Sampah Ramai Pengunjung Saat CFD, Hadirkan Berbagai Kerajinan Unik

Dalam acara Car Free Day di Lapangan Niti Mandala, Minggu (12/8/2018) siang tadi, nampak berbagai stand menarik seperti Trash Hero dan Bank sampah

Stand Trash Hero dan Bank Sampah Ramai Pengunjung Saat CFD, Hadirkan Berbagai Kerajinan Unik
Tribun Bali/Karsiani Putri
Relawan dari Bank Sampah serta Trash Hero tengah berfoto dengan menunjukkan produk-produk yang ditawarkan di stand Bank Sampah pada Minggu (12/8/2018) di Lapangan Niti Mandala, Denpasar, Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUNBALI.COM, DENPASAR - Dalam acara Car Free Day di Lapangan Niti Mandala, Minggu (12/8/2018) siang tadi, nampak berbagai stand menarik seperti Trash Hero dan Bank sampah, yang menampilkan berbagai produk hasil dari bahan bekas.

Beberapa produk yang ditampilkan yakni tas tangan, lunch box, trendy bag, tas ransel, tas laptop selempang, bokor, dompet, dan masih banyak lainnya.

Ketua Yayasan Bali Wastu Lestari, Ni Wayan Riawati yang ditemui Tribun Bali pada kesempatan tersebut menuturkan, minat dari masyarakat terhadap produk-produk yang ditampilkan di stand ini sangatlah bagus.

“Beberapa produk yang sudah laku, trendy bag dan agenda. Kalau untuk trendy bag sangatlah cocok untuk dipakai ke pasar, karena bisa dilipat menjadi kecil. Untuk agenda yang kami jual, sampulnya berasal dari sampah plastik dan kertasnya berasal dari kertas bekas di percetakan,” ucap Ni Wayan Riawati.

Untuk produk hasil dari sampah plastik, kertas, dan masih banyak lainnya tersebut dijual mulai harga Rp 2 ribu hingga Rp 200 ribu.

Produk termurah yang ditawarkan yakni gantungan kunci yang berasal dari sampah plastik yang kini telah dipercantik dan dijual dengan harga Rp 2 ribu.

Sedangkan, produk yang memiliki nilai jual tertinggi di stand tersebut yakni produk tas, seperti tas ransel yang berasal dari bungkus plastik kecap serta tas untuk wanita.

“Tanggapan masyarakat Denpasar dengan adanya stand ini sangat luar biasa karena sudah banyak juga masyarakat yang bergerak dengan Bank Sampah. Selain itu, kami ingin mengajak masyarakat untuk mengurangi timbunan sampah, kalau memang belum bisa, kita harus mampu menggunakannya kembali dengan bentuk produk-produk seperti ini,” tuturnya. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help