Pilpres 2019

Tes Medis Tak Jadi Penentu Kelolosan Capres-Cawapres, Ini Penjelasan dari IDI

Yang disampaikan tim pemeriksa sekarang bukan keputusan lolos atau tidak. Yang menentukan itu Komisi Pemilihan Umum (KPU)

Tes Medis Tak Jadi Penentu Kelolosan Capres-Cawapres, Ini Penjelasan dari IDI
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Bakal calon presiden dan Bakal calon wakil presiden, Joko Widodo dan Maruf Amin bersiap menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018). Selain pasangan Jokowi-Maruf Amin, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan pada hari Senin 13 Agustus. Pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan satu diantara syarat wajib yang diberlakukan KPU bagi capres dan cawapres untuk mengikuti Pilpres mendatang. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Setelah masa pendaftaran capres dan cawapres 2019, para calon melakukan tes kesehatan.

Namun, apakah hasil dari tes kesehatan akan memengaruhi pada lolos tidaknya dua pasang capres dan cawapres? Ini penjelasannya.

Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dokter Daeng M Faqih menegaskan, tim pemeriksaan kesehatan bukan penentu lolos atau tidak bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden RI dalam pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto.

"Yang disampaikan tim pemeriksa sekarang bukan keputusan lolos atau tidak. Yang menentukan itu Komisi Pemilihan Umum (KPU)," ujar Daeng di RSPAD Gatot Soebroto, Minggu (12/8/2018).

Baca: Jokowi Cuma 27,54 Persen di NTB Saat Pilpres 2014, Begini Janji Tuang Guru Bajang di 2019

Daeng menjelaskan, tim pemeriksa kesehatan hanya bertugas menentukan hal-hal yang berkaitan dengan persoalan fisik.

Selanjutnya, hasil pemeriksaan diberikan ke KPU untuk dijadikan pertimbangan kelolosan bakal capres dan cawapres.

"(Hasil pemeriksaan) persoalan fisik itu kemudian disampaikan ke KPU untuk dijadikan pertimbangan KPU," kata Daeng.

Baca: Ilmu Hantu Prajurit Kopassus Bikin Prajurit AS Ketakutan hingga Jenderal di Pentagon Keheranan

Pemeriksaan kesehatan bakal capres dan cawapres dilakukan oleh tim yang terdiri dari gabungan dokter anggota IDI dan RSPAD Gatot Soebroto.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Ilham Oetama Marsis mengatakan, penilaian kesehatan bakal capres-bakal cawapres telah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Selanjutnya diatur dengan Peraturan KPU RI Nomor 22 tahun 2018 tentang Pencalonan Peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.

Joko Widodo dan Ma'ruf Amin hari ini menjalani serangkaian tes kesehatan mulai dari mata, telinga, gigi, hingga organ dalam di RSPAD Gatot Soebroto. Selain itu, akan ada pemeriksaan kejiwaan lewat psikotes serta tes bebas penyalahgunaan narkotika. Standar pemeriksaan akan ditentukan oleh tim dokter dari IDI. (*)

Baca: Pengakuan FS Awal Jadi Gigilo di Bandung yang Pasang Tarif Sampai Rp 10 Juta

Artikel ini ditulis Rindi Nuris Velarosdela telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tim Pemeriksa Kesehatan Bukan Penentu Kelolosan Bakal Capres dan Cawapres"

Editor: Rizki Laelani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help