Ma'ruf Amin Akan Mundur dari Jabatannya Sebagai Rais Aam PBNU

Said memastikan, Ma'ruf akan mundur dari jabatan setelah melaksanakan ibadah haji ke tanah suci Mekkah, Arab Saudi.

Ma'ruf Amin Akan Mundur dari Jabatannya Sebagai Rais Aam PBNU
(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)
Calon Wakil Presiden, Maruf Amin tiba untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA -- Ma'ruf Amin akan mundur dari jabatan sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdatul Ulama, setelah ditetapkan sebagai calon wakil presiden 2019.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siraj menjelaskan, sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, seorang Rais Aam tidak diperkenankan untuk rangkap jabatan politik.

"Di AD/ART tidak boleh rangkap jabatan antara Rais Aam dengan jabatan politik," ujar Said di Kantor PBNU, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (14/8/2018).

Said memastikan, Ma'ruf akan mundur dari jabatan setelah melaksanakan ibadah haji ke tanah suci Mekkah, Arab Saudi.

Rencananya, Ma'ruf akan berangkat pada Rabu (15/8/2018).

Setelah itu, ucap Said, PBNU akan menggelar rapat mustasyar atau dewan penasehat.

"Oleh karena itu sepulangnya beliau dari (ibadah,-red) haji kita akan mengadakan rapat lengkap dengan mustasyar," kata Said.

Kemungkinan, Wakil Rais Aam PBNU Miftahul Akhyar yang akan menggantikan posisi Ma'ruf Amin, "Secara gampang Wakil Rais Aam naik," tutur Said.

Joko Widodo dan Ma'ruf Amin mendaftar sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019.

Mereka mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum pada Jumat (10/8/2018). (*)


Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved