Sugiarta Sementara “Ditidurkan”, Jenazah Kopilot Dimonim Air Tiba di Rumahnya

Isak tangis keluarga menyambut kedatangan jenazah Wayan Sugiarta, kopilot pesawat Dimonim Air PK-HVQ yang jatuh di Papua

Sugiarta Sementara “Ditidurkan”, Jenazah Kopilot Dimonim Air Tiba di Rumahnya
Tribun Bali/Saiful Rohim
Jenazah Kopilot I Wayan Sugiarta tiba di rumahnya di Desa Budekeling, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Rabu (15/8/2018) sore. Jenazah dikawal tim Basarnas Provinsi Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Isak tangis keluarga menyambut kedatangan jenazah Wayan Sugiarta, kopilot pesawat Dimonim Air PK-HVQ yang jatuh di Papua.

Jenazah Sugiarta tiba di halaman rumahnya Desa Budekeling, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Rabu (15/8/2018) pukul 15.30 WITA.

Puluhan anggota keluarga, kerabat, dan warga setempat yang hadir tak kuasa menahan duka.

Sanak saudara yang merasa terpukul dengan kepergian Sugiarta secara tragis itu pun menangis di depan peti jenazah.

Paman Sugiarta, Jro Mangku Pande Made Kerti, mengakui keluarga merasa terpukul dengan kepergian almarhum.

Sugiarta, katanya, sosok pria yang polos, dan memiliki jiwa sosial tinggi.

Tiap ada upacara atau acara keluarga, dia selalu sempatkan pulang kampung.

Jenazah Sugiarta diantar mengunakan ambulans dari Palang Merah Indonsia (PMI).

Perjalanan dari Bandara Ngurah Rai, Tuban, Badung, ke Budekeling dikawal Basarnas Provinsi Bali.

"Sampai di rumah, jenazah langsung dibawa ke bale dauh untuk ‘ditidurkan’ sembari menunggu prosesi mekingsan ring geni (pembakaran) pada 20 Agustus 2018," ungkap Mangku Pande Made Kerti.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved