Orang Hutan Mangap Nunas Tirta, Begini Uniknya Prosesi Tumpek Kandang di Kebun Binatang Bali

Saat prosesi sembahyang bersama, para binatang ini pun ikut nimbrung di sekitar karyawan yang mengadakan persembahyangan.

Orang Hutan Mangap Nunas Tirta, Begini Uniknya Prosesi Tumpek Kandang di Kebun Binatang Bali
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Orang utan membuka mulutnya saat jero Mangku memercikkan tirta pada upacara Tumpek Kandang di Bali Safari & Marine Park, Gianyar, Sabtu (18/8/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Saniscara Kliwon Uye atau Tumpek Kandang dirayakan sejumlah kebun binatang di Bali, Sabtu (18/8) kemarin.

Hewan-hewan peliharaan pun menikmati prosesi upacara hingga nunas tirta.

Sabtu sore kemarin, banten untuk upacara Tumpek Kandang sudah tergelar di atas meja yang dibalut kain kuning. Banten diletakkan di depan sebuah patung Ganesha.

Suara mantra dan denting genta dari dua jro mangku mengiringi prosesi otonan atau selamatan untuk para binatang yang digelar di Bali Safari and Marine Park, Jalan Prof Dr Ida Bagus Mantra, Gianyar.

Usai jro mangku menghaturkan banten, binatang yang akan mengikuti prosesi itu panglukatan kemudian dilanjutkan dengan sembahyang bersama.

Tujuh binatang mengikuti prosesi ini sebagai perwakilan dari semua binatang yang ada di Bali Safari.

Binatang tersebut yaitu orang utan, kuda poni, gajah, burung kakatua, burung tukan, dan ular piton albino.

Saat prosesi sembahyang bersama, para binatang ini pun ikut nimbrung di sekitar karyawan yang mengadakan persembahyangan.

Terlihat orang hutan juga seolah-olah ikut bersembahyang.

Usai sembahyang mereka nunas tirta secara bersama-sama. Bahkan yang paling unik, saat jero mangku akan memerciki tirta, orang hutan pun mangap untuk nunas tirta.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved