Teater Mandiri

JPRUTT, Teror Mental ala Putu Wijaya di Atas Panggung Ksirarnawa

Dalam bagian akhir surat itu dikatakan bahwa negara yang kaya raya ini tidak maju karena rakyatnya tidur. Bangsa pemalas.

JPRUTT, Teror Mental ala Putu Wijaya di Atas Panggung Ksirarnawa
Tribun Bali/Putu Supartika
Pementasan JPRUTT di Ksirarnawa Art Center, Denpasar, Minggu (19/8/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Teater Mandiri pimpinan Putu Wijaya berhasil menghipnotis penonton di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar, Minggu (19/8/2018) malam dengan garapannya yang berjudul JPRUTT.

Sebagai pembuat naskah dan sutradara adalah Putu Wijaya Sendiri.

Pementasan ini juga untuk memperingati 73 tahun proklamasi NKRI.

"Ibuu....," kata Pak Amat yang diperankan oleh Bambang Ismantoro berlari dengan membawa sepucuk surat memulai pementasan ini.

Di panggung hanya ada satu kursi dan satu meja sebagai properti.

"Sebentar, ganjal dulu dengan pisang, kalau tidak ada pisang ya pakai balok, kalau nggak mempan pakai batu," kata Bu Amat yang diperankan Ulil Elnama.

Setelah dipanggil beberapa kali, Bu Amat keluar dari dapur dan Pak Amat membacakan surat dari Prof. Co yang diterjemahkan oleh Ami anaknya sendiri.

Dalam bagian akhir surat itu dikatakan bahwa negara yang kaya raya ini tidak maju karena rakyatnya tidur. Bangsa pemalas.

Setelah ada rongrongan baru mereka bergerak dan terlambat padahal sudah 73 tahun merdeka.

"Mental budak ini yang membuktikan bahwa kita belum siap merdeka!" baca Pak Amat.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved